BREAKING NEWS
 

BPKH Resmikan Kampung Haji, Hunian Tetap Bagi Penyintas Bencana Di Sukabumi

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 15 Agustus 2024 15:26 WIB
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meresmikan Kampung Haji di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi Jawa Barat, Rabu (14/8/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meresmikan Kampung Haji di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi Jawa Barat, Rabu (14/8/2024).

Sebanyak 129 hunian tetap diberikan gratis kepada 180 kepala keluarga (KK) penyintas bencana tanah bergerak.

"Kami berharap Kampung Haji BPKH ini dapat menjadi berkah bagi penghuninya dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya," ujar Kepala BPKH Fadlul Imansyah.

Fadlul berharap, Kampung Haji tidak hanya menjadi kawasan hunian, tetapi menjadi pusat kegiatan masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Sebagai penunjang, area ini sudah dilengkapi dengan masjid, taman, miniatur Ka’bah dan pengelolaan sumber air bersih.

Baca juga : Kemenag Resmikan Kampung Zakat Reworena Barat di NTT

Dijelaskannya, pembangunan Kampung Haji Sukabumi ini menelan anggaran sebesar Rp8 miliar menggunakan nilai manfaat atau pendapatan atas hasil pengelolaan dana abadi umat oleh BPKH, dan bukan dari setoran awal jamaah.

"Sesuai amanat UU Nomor 34 Tahun 2014, yang menyatakan bahwa seluruh Nilai Manfaat DAU akan dikembalikan kepada umat dalam bentuk kegiatan kemaslahatan," sebutnya.

Adsense

Sementara, Direktur Utama Daarut Tauhiid Peduli Jajang Nurjaman mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada BPKH yang telah mewujudkan Kampung Haji BPKH bagi warga penyintas bencana tanah bergerak di Sukabumi.

Pada kesempatan yang sama Country Commercial Head PT ICI Paints Indonesia Yudhy Aryanto mengaku bergembira sudah menjadi bagian dalam membantu penyintas bencana tanah bergerak.

Baca juga : KLHK Siapkan Standar Penghitungan Pengurangan Emisi dari HTI

"Hari ini, kita meresmikan Kampung Haji BPKH yang juga diwarnai dengan cat Dulux. Semoga program Dulux Let’s Colour dapat membawa dampak positif lebih luas lagi bagi masyarakat Indonesia,” kata Yudhy.

Harapannya, setelah diresmikannya Kampung Haji BPKH ini, para penyintas dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Diketahui, hunian tetap ini menjadi solusi atas kekhawatiran warga Kampun Gunungbatu di Desa Kertaangsana yang mengalami bencana tanah bergerak sejak Februari 2019. Selama lebih dari empat tahun, mereka tinggal di hunian sementara.

Saat ini, para penyintas, bisa bernafas lega. BPKH memberikan bantuan rumah siap huni dengan menggandeng mitra kemaslahatan Daarut Tauhiid (DT) Peduli serta mitra kolaborasi Dulux. Proses pembangunan hunian tetap seluas 5 hektar telah dimulai sejak 14 Agustus 2023.

Baca juga : 5 Rektor Kampus Kemenag Jadi Pembicara Dialog Lintas Agama Di Ethiopia

Hunian tetap yang diberi nama Kampung Haji BPKH ini diresmikan dan diserahterimakan kepada warga penerima manfaat oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah dan disaksikan Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf, Sulistyowati dan Acep Riana Jayaprawira, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito, Sekretaris Daerah Sukabumi Ade Suryaman, Direktur Utama Daarut Tauhiid Peduli Jajang Nurjaman dan Country Commercial Head PT ICI Paints Indonesia Yudhy Aryanto.

Tercatat, Kampung Haji di Sukabumi bukan yang pertama yang dibangun BPKH. Di tahun 2021, BPKH telah berhasil membangun kampung serupa di Sulawesi Tengah yang terletak 2 lokasi yakni Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi dan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Jumlah Penerima Manfaat Kampung BPKH ini sebanyak 193 KK.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense