BREAKING NEWS
 

Danone Luncurkan Sekolah Bisnis Pesantren Bagi 26.000 Santri di Kabupaten Bogor

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 23 Agustus 2024 21:29 WIB
Danone Indonesia menggandeng Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) bekerja sama dengan RMI NU Kabupaten Bogor meluncurkan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Danone Indonesia menggandeng Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Bogor meluncurkan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP).

Tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta menjangkau 26.000 santri.

Acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Kaukab, Bogor, dengan dihadiri secara langsung oleh 60 perwakilan pengurus pesantren wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, serta peserta daring dari berbagai daerah lainnya, Jumat (23/8/2024).

Selain dihadiri Ustad Ahmad Tazakka Bonanza, Ketua Pengurus Serikat Ekonomi Pesantren atau Yayasan SEP dan K.H Abdul Basyit Mahfuf, Ketua RMI Kabupaten Bogor; peluncuran SBP juga dihadiri Dr. Basnang Said, Direktur pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama; KH. Aim Zaimudin, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Bogor; DR. K.H Khoirul Huda Basyir, Pengasuh PPTQ Al Kaukab.

Pesantren telah lama menjadi lembaga pendidikan berbasis agama yang berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia.

Baca juga : Golkar Bakal Umumkan Pendamping Jaro Ade Di Pilkada Kabupaten Bogor

Program SBP diselenggarakan untuk membantu pesantren mengembangkan wawasan ekonomi mereka melalui pelatihan dan pemberdayaan yang melibatkan dan terfokus pada pengurus pesantren, para santri, serta masyarakat sekitar pesantren.

Basnang Said, Direktur pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, mengapresiasi kehadiran SBP.

“Dari 2019 hingga 2024, jumlah pesantren naik dari 29 ribu menjadi 41 ribu pesantren atau meningkat hingga 11 ribu pesantren. Salah satu fungsi penting pesantren adalah pemberdayaan masyarakat," ujar Basnang dalam keterangannya, Jumat (23/8/2024)

Adsense

Sementara itu, Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan, pihaknya mendukung penuh kemandirian pesantren dan kolaborasi Serikat Ekonomi Pesantren dan Danone Indonesia dalam menghadirkan Sekolah Bisnis Pesantren.

“Danone Indonesia sangat bangga dapat berkolaborasi dengan Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Bogor dalam mewujudkan inisiatif ini," ujar Karyanto.

Baca juga : Ketum PSI Dukung Penuh Jaro Ade Di Pilkada Kabupaten Bogor

Ia berharap Program Sekolah Bisnis Pesantren dapat mendorong inovasi dan semangat berwirausaha di kalangan pesantren, sehingga mereka dapat lebih mandiri, sekaligus mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Dukungan ini sejalan dengan komitmen Danone Impact Journey, yang menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu pilar utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan.

K.H Khoirul Huda Basyir, Pengasuh PPTQ Al Kaukab, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran program ini.

“Program ini sejalan dengan visi dan misi pesantren Al Kaukab, karena sedari awal kami menggaungkan kemandirian dari sisi pengelolaan manajemen, sampai dengan penguatan ekonomi dan usaha-usahanya," ujarnya.

Peluncuran Program SBP juga menghadirkan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk memantik diskusi dan mengeksplorasi potensi kolaborasi antar-pesantren dan para mitra strategis dalam pengembangan program SBP.

Baca juga : Berdayakan Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Balai Ternak di Kabupaten Banyumas

Dalam FGD ini, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan inisiatif kemandirian yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal, yang dapat diterapkan dalam program SBP.

“Danone Indonesia berkomitmen terus mendukung inovasi dan kemandirian pesantren melalui program-program pendampingan dan pelatihan kewirausahaan, serta berkolaborasi dengan mitra strategis," pungkas Karyanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense