RM.id Rakyat Merdeka - Ekonomi dan keuangan syariah mengalami perkembangan pesat selama 5 tahun terakhir. Pemerintah baru dipastikan akan terus mengawal pengembangan ekonomi syariah, mengingat prospek ke depannya cukup bagus.
Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki visi besar untuk menjadi pemain utama ekonomi dan keuangan syariah di tingkat global. Namun untuk mencapainya terdapat sejumlah tantangan.
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan, secara umum, masih rendahnya tingkat literasi dan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Namun masa depan ekonomi dan keuangan syariah dalam memperbesar kapasitas ekonomi nasional, sangat menjanjikan,” kata Ma’ruf dalam Seminar Internasional dan Peresmian Center for Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, pada Selasa (3/9/2024).
Baca juga : Bahlil Merayu Investor China Garap Proyek EBT
Pada 2030, kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional diperkirakan mencapai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) (setara Rp 155,31 triliun) atau 1,5 persen PDB nasional.
Selain itu, ekonomi syariah di masa mendatang akan melaju kencang seiring perkembangan digitalisasi dan selaras dengan konsep ekonomi hijau, yang mengutamakan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Wapres menyatakan, dalam lima tahun terakhir, peringkat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tingkat global terus meningkat dari posisi ke-10, naik menjadi posisi ke-3.
Indonesia berhasil juga mempertahankan posisi ke-2 di sektor makanan halal dan posisi ke-3 di sektor fesyen Muslim.
Baca juga : Dicari, Gubernur Yang Bisa Turunkan Polusi!
“Bahkan pada 2024, Indonesia berhasil meraih peringkat pertama pada Global Muslim Travel Index (GMTI),” ucapnya.
Perkembangan keuangan syariah yang pesat ini terlihat dari semakin bervariasinya produk-produk keuangan berbasis syariah, yang dapat dinikmati masyarakat. Seperti obligasi syariah, asuransi syariah, bahkan pembiayaan usaha berbasis syariah.
“Pemerintah sangat menyadari pentingnya pengembangan ekonomi syariah, dengan terus memacu pertumbuhannya melalui penguatan infrastruktur dan ekosistem,” ujar Wapres Ma’ruf.
Program tersebut tidak saja bergulir di tingkat pusat, namun juga ditumbuhkan di daerah melalui kelembagaan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).
Baca juga : Jelang Kontra Arab Saudi, Tim Garuda Siap Tempur
Ia kembali menekankan, ekonomi dan keuangan syariah menjadi arus baru pertumbuhan ekonomi nasional dan mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Karena prinsip-prinsipnya yang mengedepankan keadilan dan pemerataan kesejahteraan, dapat diterima oleh kalangan manapun.
Hal ini terbukti dari kinerja positif ekonomi dan keuangan syariah, yang didorong oleh pertumbuhan sektor unggulan rantai nilai halal sebesar 3,93 persen. Bahkan sektor ini pun mampu menopang hampir 23 persen dari ekonomi nasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.