Dark/Light Mode

Beri Jaminan Kenyamanan

Bahlil Merayu Investor China Garap Proyek EBT

Rabu, 4 September 2024 07:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat membuka ajang The 7th Indonesia China Energy Forum (ICEF) di Bali, Selasa (3/9/2024). Foto: Dok.  Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat membuka ajang The 7th Indonesia China Energy Forum (ICEF) di Bali, Selasa (3/9/2024). Foto: Dok. Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengajak investor China terlibat dalam mengembangkan proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia. Salah satunya pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kayan dan Mamberamo.

Tawaran itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat membuka ajang The 7th Indonesia China Energy Forum (ICEF) di Bali, Selasa (3/9/2024).

“Di sinilah pertemuan untuk menemukan formulasi yang tepat dalam rangka pengembangan bisnis bersama,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, Indonesia menyatakan komitmennya menjaga stabilitas investasi China di Tanah Air agar tetap berjalan baik.

Baca juga : Dicari, Gubernur Yang Bisa Turunkan Polusi!

Sektor energi, kata dia, memiliki peran vital dalam mendorong peningkatan perekonomian dan kemajuan teknologi antarkedua pihak.

“Kami berkomitmen memajukan tujuan bersama yang mencakup pengembangan energi berkelanjutan, inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Bahlil menyinggung transisi energi sebagi terobosan utama dalam mewujudkan komitmen global guna mencapai dekarbonisasi. Bahkan Indonesia menunjukkan sikap serius atas upaya tersebut kepada Pemerintah China.

“Kami telah mengembangkan Peta Jalan Emisi Nol Bersih atau Net Zero Emission (NZE) yang komperhensif di sektor energi,” ungkapnya.

Baca juga : Jelang Kontra Arab Saudi, Tim Garuda Siap Tempur

Terkait hal tersebut, Pemerintah Indonesia juga menawarkan peluang kolaborasi kepada China.

Tawaran ini atas dasar besarnya potensi sumber daya EBT yang dimiliki oleh Indonesia. Seperti PLTA di Kayan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sebesar 13.000 megawatt (MW) dan PLTA Mamberamo, Papua, sebesar 24.000 MW.

“Ini tidak mungkin kita lakukan sendiri,” ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.

Aspek lain yang menjadi fokus Pemerintah di masa mendatang, yakni keberadaan hilirisasi yang berorientasi green energy dan green industry.

Baca juga : Tenis US Open 2024, Aldila Dan Boppana Menyala

“Kunci dari implementasi kebijakan ini adalah keberadaan listrik,” tambah Bahlil.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.