BREAKING NEWS
 

Rencana Merger Masih Terus Dikaji

Kinerja PP Dan WIKA Harus Sehat Dulu

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 5 September 2024 07:05 WIB
Ilustrasi merger PT PP dan WIKA.

 Sebelumnya 
Sementara Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengaku masih menunggu peralihan pemerintahan baru untuk melaksanakan aksi korporasi. Seperti pembentukan holding sejumlah perusahaan pelat merah, hingga Initial Public Offering (IPO).

“IPO belum bisa dilakukan sebelum pergantian Pemerintahan baru. Begitu juga merger BUMN Karya juga menunggu Pemerintahan yang baru, tapi tetap dikejar mudah-mudahan tahun ini,” ucap Arya di Jakarta, Selasa (20/8/2024).

Arya menuturkan, bahwa rencana yang sudah dipupuk ini tinggal menunggu eksekusi. Tetapi karena adanya peralihan pemerintahan baru, rencana itu belum bisa ditunaikan.

Diharapkannya, Menteri BUMN pada pemerintahan baru bisa melanjutkan rencana maupun program Menteri BUMN Erick Thohir tersebut.

Baca juga : Top, RI Siap Jadi Industri Penerbangan Ke-4 Dunia

Menanggapi hal tersebut, Pengamat BUMN dari Datanesia Institute, Herry Gunawan melihat, pembentukan holding BUMN Karya perlu kejelasan, terutama dari sisi lini bisnis yang bakal dijalankan.

Herry mengingatkan, pasca merger kedua perusahaan, jangan sampai membebani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), karena harus mengucuri PMN (Penanaman Modal Negara).

“Reputasi BUMN Karya yang kinerjanya biru, harus menghadapi risiko reputasi lantaran digabung dengan BUMN sakit. Ini yang harus diperhatikan pada kepemimpinan baru,” warning-nya.

Upaya konsolidasi juga harus menghindari moral hazard. Untuk itu ia menyarankan pemerintahan baru harus bijak mengambil keputusan konsolidasi.

Baca juga : Nakes Jakarta Terlatih Tangani Cacar Monyet

“Pentingnya audit juga menjadi salah satu cara, agar tidak menyebur ke kubangan yang sama di kemudian hari,” imbaunya.

Ia menegaskan, sebagai solusi, pembentukan holding ini harus jelas di sisi lini bisnis yang bakal dijalankan. Misalnya, holding nanti dibagi berdasarkan segmen usaha.

“Skenario ini dulu yang sejatinya harus dibuat, baru kemudian dibuat penugasan pada BUMN Karya yang ada, yakni yang akan masuk dalam holding,” tuturnya.

Dia bilang, tanpa adanya kejelasan seperti itu, bisnis-bisnis yang dijalankan akan tetap tumpang-tindih. DWI

Baca juga : Arab Saudi Vs Indonesia, Nunggu Cakar Tajam Garuda

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 5 September 2024 dengan judul "Rencana Merger Masih Terus Dikaji, Kinerja PP Dan WIKA Harus Sehat Dulu"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense