Dark/Light Mode

12 Jam Bersama Paus dari Roma ke Soetta

Ada Yang Curhat, Minta Berkat, Sampai Minta Tanda Tangan

Rabu, 4 September 2024 08:34 WIB
Wartawan Rakyat Merdeka Bambang Trismawan saat meminta tanda tangan Paus Fransiskus. (Foto: Istimewa)
Wartawan Rakyat Merdeka Bambang Trismawan saat meminta tanda tangan Paus Fransiskus. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rombongan wartawan yang ikut dalam penerbangan Paus Fransiskus selama hampir 12 jam dari Bandara Fiumicino, Roma, Italia, menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Indonesia, merasakan keramahan langsung dari Pemimpin Agung Gereja Katholik Dunia tersebut. Di dalam pesawat, Paus menyalami dan menyapa satu persatu para wartawan. Para wartawan tak menyia-nyiakan kesempatan istimewa tersebut. Ada yang curhat, ada yang meminta berkat, ada juga yang meminta tanda tangan.

Dalam penerbangan tersebut, Paus memboyong 75 wartawan dari berbagai negara. Pesawat Airbus A330-900neo yang membawa Paus terbang dari Roma, Senin (2/9/2024) sore, waktu setempat. Pesawat mendarat di Bandara Soetta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (3/9/2024) siang.

Dalam perjalanan ini, Paus duduk di bagian depan, di kelas bisnis. Baris selanjutnya ditempati para penasihat terdekat, pejabat tinggi atau menteri, lalu dokter pribadi serta perawat. Bagian tengah ditempati pasukan Garda Swiss, Paspampresnya Vatikan.

Di bagian terakhir, ditempati para wartawan. Mereka duduk rapi dalam layout kabin 2-4-2. Saya, bersama dua wartawan lain dari Indonesia, ikut dalam perjalanan ini.

Baca juga : Panglima TNI Anggap Semua Daerah Sama

Sejak pukul 4 sore, atau satu jam sebelum pesawat lepas landas, para wartawan yang berasal dari berbagai negara, sudah duduk manis dalam pesawat. Para wartawan dibolehkan duduk di mana saja. Hanya para juru kamera yang mendapat tempat khusus, yaitu di sisi kiri dan kanan.

Pukul 5.50, sore, pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Leonardo da Vinci–Fiumicino, Roma, Italia. Setengah jam setelah pesawat mengudara, Paus muncul dari balik gorden pembatas kelas bisnis dan kelas ekonomi, di lorong sebelah kiri pesawat. Ia ditemani Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni yang mengenakan setelan jas.

Paus mengenakan jubah putih ditambah kalung salib perak sederhana. Wajahnya memancarkan keteduhan. Sebelum Paus muncul, suasana di kelas ekonomi riuh rendah. Saat Paus muncul, suasana langsung hening dan khidmat.

Bruni lalu menyampaikan prolog. Dia melaporkan ke Paus, dalam penerbangan ini ada 75 wartawan dan sepuluh di antaranya berasal dari negara yang dikunjungi. Paus lalu mengambil mikrofon. Pemimpin Negara Vatikan ini menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang telah ikut dalam perjalanan ini dan akan terus ikut dalam perjalanan ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Baca juga : Belum Dilantik Jadi Presiden, Prabowo Dipuji Pemimpin Dunia

"Saya kira ini adalah penerbangan yang paling panjang yang pernah saya lakukan. Ya, ini yang paling panjang," kata Paus, dalam Bahasa Italia.

Setelah itu, Paus melangkahkan kaki dibantu dengan menggunakan tongkat. Paus menyalami satu per satu wartawan. Tak hanya bersalaman, Paus juga menyapa, lalu berbincang dengan wartawan.

Para wartawan memanfaatkan momen berharga ini dengan berbagai cara. Salah satunya, ada wartawan yang curhat tentang imigran yang masih mendapatkan stigma negatif di Eropa. Paus, yang dikenal peduli terhadap kaum kecil dan terpinggirkan, kembali menyampaikan dukungannya. "Para imigran dan pengungsi selalu ada di dalam hati saya," kata Paus.

Saat berbincang, Paus mendengarkan dengan penuh perhatian. Beberapa wartawan mendapatkan pelukan erat dari Paus sebagai tanda kasihnya. Sejumlah awak media juga memanfaatkan momen ini untuk meminta berkat. 

Baca juga : Partai Golkar Dukung Aksi Berantas Korupsi

Wartawan dari Tempo, Francisca Christy Rosana, menceritakan kisah pribadi tentang bagaimana ibunya mengidolakan Paus. Francisca kemudian meminta berkat dan doa untuk sekantung rosario yang dibawanya. Paus dengan penuh perhatian menyentuh rosario tersebut dan melafalkan doa. Melihat itu, mata Francisca berkaca-kaca.

Paus juga menyapa saya. Dalam perbincangan itu, saya mengucapkan selamat datang di Indonesia. Kemudian saya menyampaikan bahwa kedatangan Paus disambut dengan antusias oleh masyarakat Indonesia. Termasuk oleh mayoritas umat Islam.

Lalu, saya juga meminta Paus menandatangani buku "Francis, Pope for the People," karya Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Trias Kuncahyono. Buku tersebut menceritakan tentang sosok Paus Fransiskus. Paus mengangguk pelan, lalu menggoreskan tanda tangan di halaman pertama buku tersebut.

Selesai menyapa semua wartawan, Paus kembali kursi duduknya di depan. Suasana hening di barisan belakang kembali riuh rendah. Para wartawan langsung berdiri di lorong. Semua saling berbagi cerita tentang momen berkesan saat bertemu dengan Paus. Wajah mereka terlihat antusias dan penuh kegembiraan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.