RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah harus mengambil tindakan dengan adanya penurunan angka masyarakat kelas menengah. Jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan, visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 bakal sulit tercapai.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia 47,85 juta penduduk atau sekitar 17,13 persen dari total penduduk. Angka itu mengalami penurunan dari 2019 yang sebesar 57,33 juta penduduk.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, tren penurunan kelompok kelas menengah dalam 5 tahun terakhir dikhawatirkan ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya.
Baca juga : Ini Cara Agar Mantan Napi Survive Di Kehidupan Baru
Pasalnya, kelas menengah berkontribusi hingga sepertiga dari konsumsi nasional. Saat jumlah masyarakat kelas menengah turun, maka efek ke konsumsi rumah tangga juga akan rendah.
“Akhirnya, pertumbuhan ekonomi terhambat, bakal sulit naik di atas 5 persen. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, cita-cita menjadi Indonesia negara maju sulit dicapai,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, Jumat (6/9/2024).
Menurutnya, Pemerintah harus segera mengatasi penurunan jumlah penduduk kelas menengah. Langkah konkret yang bisa dilakukan adalah menunda kenaikan tarif Pajak Penambahan Nilai (PPN) 12 persen yang rencananya akan diterapkan tahun depan.
Baca juga : Swiss Vs Spanyol, Misi Meraih Kemenangan
Seharusnya, tarif PPN jadi 9 persen untuk mendukung daya beli masyarakat. Pemerintah juga harus menurunkan suku bunga perbankan dan memperluas bantuan sosial bagi masyarakat kelas menengah, sehingga tidak hanya dinikmati masyarakat miskin.
Pemerintah, lanjut Bhima, juga harus menyelamatkan industri padat karya melalui pengalihan insentif.
Langkah lain yang bisa dilakukan Pemerintah adalah menunda pelaksanaan subsidi transportasi publik berdasarkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang juga direncanakan berlaku tahun depan.
Baca juga : Pemprov Kudu Buka Posko Pengaduan Di RT Dan RW
“Transportasi publik harusnya semakin murah untuk menurunkan biaya perjalanan kelas menengah. Subsidi harus ditambah,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.