RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Bina Konstruksi di Simposium Konstruksi Nasional menegaskan industri konstruksi dan infrastruktur Nasional harus mendapat perhatian serius.
Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, dan juga seluruh pemangku kepentingan dalam sektor konstruksi ini, terus meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi.
Kebutuhan tenaga konstruksi di dalam negeri sangat tinggi, sementara ketersedian tenaga kerja konstruksi bersertifikasi masih terbatas.
"Untuk meningkatkan kualitas, dan kuantitas tenaga kerja yang mumpuni diperlukan kerja sama, sinergitas, dari seluruh stakeholder, baik itu pemerintah, pelaku usaha konstruksi, dan pekerja," ujar Menteri PUPR yang dsampaikan Dirjen Bina Konstruksi, Abdul Muis, di Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Lebih lanjut Abdul Muis menjelaskan, Smart Infrastruktur harus diiringi dengan penguasaan IoT, Building Information Building (BIM) dan juga masuk pula ke dalam AI (Artificial Intelegent).
Baca juga : Fokus Tingkatkan Kapabilitas Pengawas, Itjen KLHK Kini Jadi Contoh Instansi Lain
"Kolaborasi, integrasi dan teknologi digital di industri Konstruksi Infrastruktur memegang peranan penting," ujar Abdul Muis.
Dalam pembangunan infrastruktur, menurut Abdul Muis diperlukan berbagai keahlian, tenaga kerja profesional, dan konstruksi bersertifikasi.
Abdul Muis menambahkan, target pemerintah dalam satu tahun kebutuhan tenaga kerja konstruksi bersertifikasi bisa mencapai angka 12 juta pekerja.
Dengan luasnya wilayah Indonesia menjadikan sebuah kendala dalam mempercepat mencetak tenaga kerja konstruksi bersertifikasi.
Tentunya ditempuh dengan cara melakukan pelayanan sertifikasi tenaga konstruksi ini melalui pelayanan dengan online, seluruh pelayanan dari mulai pendaftaran, ujian kompetensi dilayani dengan online.
Baca juga : Kolaborasi Chint Indonesia Dan Nurinda Sepakati Kerja Sama Produksi MV Panel
Sementara itu, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Adi Mahfudz Wuhadji mengatakan, kebutuhan tenaga kerja dengan ketersedian tenaga kerja sangat jauh sekali backlocknya.
Maka perlu meningkatkan kualitas tenaga kerja kita terutama di konstruksi.
"Oleh sebab itu kita dengan Perkumpulan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (PERTAHKINDO) komitmen melakukan peningkatan dan kualitas tenaga konstruksi bersertifikasi," ujar Mahfudz
Ketua Umum DPP PERTAHKINDO Aries Wimaruta menegaskan, pihaknya dengan seluruh asosiasi profesi dan bisnis di konstruksi ini seperti, INKINDO, PERKINDO, INTAKINDO akan berkolaborasi bersama pemerintah baik itu LPJK, BUJK untuk membangun dunia konstruksi ini teruma peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Dengan SDM berkaulitas dan unggul bisa menjadi kebangaan bangsa dan bisa dapat bersaing di luar negeri," ujar Aries.
Baca juga : Kolaborasi Coway dan ITB Cetak Inovator Muda Dalam Pengolahan Air Bersih & Sehat
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Ariawan Gunadi, menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan sangat mendukung agar peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi bersertifikasi terus meningkat
Lebih lanjut Ariawan menegaskan UNTAR siap mendukung peningkatan kualitas SDM bidang kontruksi yang berkualitas.
Managing Director PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) John Kosasih memberi dukungan kepada industri konstruksi, serta juga dukungan kepada perumahan.
"Selain itu, kami juga ada progarm bantuan kepada UMKM, " ujar John.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.