Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kolaborasi Coway dan ITB Cetak Inovator Muda Dalam Pengolahan Air Bersih & Sehat
Sabtu, 7 September 2024 07:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Coway, perusahaan pemurni air dan udara asal Korea Selatan kembali menggandeng ITB dalam kolaborasi pengelolaan Coway Water Quality Laboratory (WQL).
Keberlanjutan kerja sama ini ditandai secara simbolis dengan penandatanganan Coway Future Water Innovator Scholarship, wujud dukungan Coway kepada ITB.
"Keberadaan Coway sebagai partner menjadi hal yang strategis dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan penelitian. Kemudian terkait beasiswa, mudah-mudahan setelah lulus mahasiswa-mahasiswa ini dapat menjadi duta bagi ITB dan dapat mengembangkan teknologi bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Direktur Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB R Sugeng Joko Sarwono dalam keterangannya, Jumat (6/9/2024).
Sebelumnya, pada 22 Agustus 2024, Coway turut berpartisipasi dalam ITB CEO Summit 2024, acara yang ditujukan bagi para pemimpin industri, peneliti, dan startup untuk bertukar pikiran, menjalin kemitraan, serta memamerkan hasil riset dan inovasi terkini.
Pada diskusi panel kluster teknologi dan penyediaan air, Rahadian Isnoor, Chief of Service Division Coway Indonesia, memaparkan materi mengenai teknologi pemurnian air rumah tangga yang merupakan spesialisasi Coway.
Baca juga : Kolaborasi LPP Agro, BPDPKS dan Kementan Beri Pelatihan Pekebun Sawit
ITB melalui DKST–yang sebelumnya bernama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK), memiliki andil besar dalam tonggak sejarah ekspansi Coway di Indonesia.
ITB sebagai institusi pendidikan terkemuka dan berpengalaman dalam penelitian air di Indonesia, melibatkan para ahlinya untuk mengembangkan proyek kolaborasi WQL.
Berbekal pengalaman lebih dari tiga puluh tahun di bidang pemurnian air, melalui kolaborasi ini, Coway semakin memperkokoh posisinya sebagai penyedia solusi bagi permasalahan air minum bersih di Indonesia lewat fasilitas analisis air dan water map.
Diharapkan WQL tidak hanya berfungsi sebatas sarana edukasi bagi pelanggan Coway terkait kualitas air, namun menjadi pilar masa depan untuk lingkungan yang bersih dan sehat.
Coway Future Water Innovator Scholarship menjadi sorotan utama. Setelah menjadikan pemberian beasiswa untuk mahasiswa ITB sebagai program tahunan.
Baca juga : Kolaborasi BRI dan UI Kembangkan Community Branch Cetak Pengusaha Muda Sukses
Kali ini beasiswa secara khusus ditujukan untuk mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan yang mendalami penelitian terkait pengolahan air.
Selain dalam bentuk beasiswa, Coway juga memberikan donasi berupa water purifier dan air purifier yang ditempatkan di Masjid Al-Jabbar dan Gedung Kuliah Umum, yang masih berada di area kampus ITB Jatinangor.
Kegiatan ini sejalan dengan program CSR Coway yang menargetkan tempat ibadah serta area publik lainnya.
Pemberian donasi diwakili Dr. Dian Rosleine S.Si., M.Si., yang merasa keberadaan produk Coway sejalan dengan nilai sustainability dan konsep green building yang diterapkan di ITB Jatinangor.
Presiden Direktur Coway Indonesia, Tony Cho mengatakan, rangkaian program CSR untuk ITB merupakan manifestasi Coway untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, sehingga masyarakat luas dapat menikmati air dan udara bersih yang merupakan hak dasar setiap orang.
Baca juga : Kolaborasi Tokopedia dan PMO Kopi Nusantara Dorong Budidaya Kopi Berkelanjutan
“Perjalanan Coway di Indonesia selalu beriringan dengan hal-hal baru. Sebagai pemimpin industri, kami percaya pentingnya mendukung para mahasiswa ITB yang luar biasa tumbuh menjadi inovator lingkungan di masa depan," ujar Tony.
Sementara itu, Sekretaris Bidang Teknologi Transfer DKST ITB Rofiq Iqbal mengungkapkan, sebagai peneliti yang terjun di banyak penelitian air bersih, dirinya sedang bekerja sama dengan program studi teknik kimia di bidang membran, yang juga merupakan basic dari Coway.
Rofiq mengatakan, mahasiswa yang saya libatkan dalam beasiswa ini adalah mereka yang penelitiannya berkaitan dengan teknologi membran yang dapat menyaring kotoran seperti partikel halus dan virus dari komponen air.
"Karena penelitian itu membutuhkan biaya, kami berharap pembiayaan dari Coway untuk mahasiswa terpilih dapat mensukseskan riset mereka," ujar Rofiq.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya