Sebelumnya
Tantangannya, yakni mengubah potensi yang ada menjadi kenyataan. Ditambah dengan adanya tekanan politik global yang telah berlangsung cukup lama. Karenanya, Pemerintah merespons dengan inovasi-inovasi kebijakan.
“Indonesia memiliki potensi energi hijau. Namun itu tidak dapat berjalan tanpa kerja sama dari berbagai pihak. Jadi, kuncinya ya kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta. Kita mendorong skema Public Private Partnership (PPP) dalam mempercepat program energi hijau,” jelas Rosan.
Selain itu, sambung Rosan, Pemerintah secara tegas berupaya meningkatkan daya saing Indonesia di mata global melalui penguatan Sumber Daya Mineral (SDM) dan mempercepat ekonomi hijau di masa depan.
Baca juga : 80 Persen Warga Kembangan Setuju Lepas Wolbachia
Dalam Milken Institute Asia Summit 2024, Rosan juga mengemukakan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam menghadapi tantangan global. Di antaranya, perubahan iklim, disrupsi teknologi dan ketahanan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Milken Institute Asia Summit 2024 menghadirkan berbagai tema diskusi mulai dari inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, hingga ketahanan energi.
“Kehadiran kami di acara ini juga menunjukkan komitmen Indonesia berperan aktif dalam dialog global. Sekaligus memastikan Indonesia siap menjadi bagian dari solusi tantangan global, seperti stabilitas geopolitik dan perubahan rantai pasok,” pungkasnya.
Baca juga : Ditahan Imbang Si Ular Besar, Haaland Mati Kutu Di Etihad
Terpisah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan, meski Indonesia membutuhkan kolaborasi yang baik dengan negara-negara luar dalam upaya menghadapi ketidakpastian global, tapi kebijakan kerja sama baik ekonomi maupun politik yang dibuat jangan sampai merugikan Indonesia.
Dia mencontohkan, kebijakan investasi asing yang dibuat Pemerintah jangan sampai menganaktirikan pengusaha lokal.
“Jangan sampai investor asing dapat proyek prioritas dengan berbagai insentif, tapi pengusaha lokal hanya dapat proyek receh dengan pajak tinggi dan perizinan yang berbelit,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka, Kamis (19/9/2024).
Baca juga : Fikri Dan Daniel Trengginas
Menurut Trubus, dalam beberapa tahun ke depan, kondisi global diprediksi masih penuh dengan ketidakpastian. Oleh karenanya, dalam berkolaborasi, Pemerintah juga disarankan menggandeng negara mitra yang sama-sama bisa saling menguntungkan.
“Jangan sampai hanya mereka yang mendapat keuntungan saat bekerja sama dengan Indonesia. Jadi, harus pintar-pintar pilih teman,” saran Trubus. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 20 September 2024 dengan judul "Jadi Panelis Di Milken Institute Asia Summit 2024, Rosan Promosi Stabilitas Ekonomi Politik Indonesia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.