RM.id Rakyat Merdeka - Stabilitas geopolitik dunia saat ini penuh ketidakpastian. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi untuk menghadapi ancaman global.
Hal itu disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani saat menjadi panelis pada Milken Institute Asia Summit 2024 di sesi Encouraging Greater Collaboration di Singapura, Rabu (18/9/2024).
Rosan mengatakan, kolaborasi harus diwujudkan dalam berbagai sektor, mulai dari sektor ekonomi hingga politik. Tujuannya, untuk memberikan kepastian kepada investor.
“Ajakan ini yang kami tawarkan kepada para investor yang akan berinvestasi di Indonesia, selain mempromosikan stabilitas ekonomi politik untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Rosan dalam keterangan resmi Kementerian Investasi/BKPM, Kamis (19/9/2024).
Baca juga : 80 Persen Warga Kembangan Setuju Lepas Wolbachia
Rosan menjelaskan, Milken Institute Asia Summit 2024 merupakan ajang para pemimpin global dalam membentuk kemitraan strategis untuk mengakses pasar baru, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Acara yang dihadiri oleh para pemimpin global di berbagai sektor itu menjadi wadah diskusi mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi Asia.
“Khususnya dalam konteks ekonomi global yang terus berubah,” terang Rosan.
Dia mengatakan, di tengah-tengah dinamika politik ekonomi global saat ini, Indonesia sukses melewati proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan lancar dan damai.
Baca juga : Ditahan Imbang Si Ular Besar, Haaland Mati Kutu Di Etihad
“Hal inilah yang menjadi kekuatan Indonesia, suasana damai dan stabil,” katanya.
Menurut Rosan, untuk memfasilitasi investor dalam mendukung arah kebijakan Pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah telah merumuskan kebijakan Super Tax Deduction untuk mendorong investasi di bidang penelitian dan pengembangan serta pelatihan vokasi.
Pemerintah juga akan memberikan insentif bagi perusahaan yang berpartisipasi dalam program vokasi dan pendidikan bagi tenaga kerja Indonesia dan mendapatkan pengurangan pajak hingga 200 persen.
“Bagi yang berinvestasi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan akan mendapatkan pengurangan pajak hingga 300 persen,” papar Rosan.
Baca juga : Fikri Dan Daniel Trengginas
Selain itu, menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini, Indonesia juga memiliki potensi energi baru terbarukan sekitar 3.700 Giga Watt (GW). Terdiri dari energi surya, tenaga angin, pembangkit listrik tenaga air, biomassa, arus pasang surut dan energi panas bumi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.