Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tes Wawancara Seleksi Cadewas KPK
Benny Mamoto Dicecar Soal Kasus Ferdy Sambo
Jumat, 20 September 2024 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny J Mamoto dicecar soal kasus Ferdy Sambo dalam tes wawancara seleksi Calon Dewan Pengawas (Cadewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 19 September 2024.
Adalah panelis mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif yang mengungkit sikap Benny yang terkesan membela Sambo mengenai kematian Brigadir Nofriansyah Yosua.
Belakangan, terkuak fakta bahwa Sambo merekayasa kematian ajudannya, Yosua seolah-olah karena tembak-menembak. Padahal, Yosua tewas dieksekusi.
Baca juga : Sherina Munaf, Keseret Tren Topik Lavender Marriage
Benny yang mengikuti tes wawancara sesi pertama di Kementerian Sekretariat Negara, berdalih Kompolnas tidak memiliki kewenangan melakukan penyelidikan.
Kompolnas menerima begitu saja informasi dari Polri saat itu mengenai kasus kematian Yosua. “Tanpa kami bisa melakukan counter penyelidikan,” ujar purnawirawan Inspektur Jenderal Polisi itu.
Benny menuturkan, beberapa hari pasca kematian Yosua di Duren Tiga pada Juli 2022 itu, tidak ada pernyataan resmi dari Humas Polri. Kompolnas pun dicecar media hingga pihaknya berinisiatif terjun ke lapangan.
Baca juga : Pesan Presiden Sebulan Jelang Lengser, Para Menteri Jangan Bikin Kontroversi
“Kami dipaparkan secara detail. Bahkan kami diajak ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). Ini hasil rekonstruksi. Menunjukkan bahwa terjadi tembakan,” tutur Benny.
Informasi yang diterima Kompolnas lalu dipaparkan kepada media dan menjadi konsumsi publik. “Ternyata (tembak menembak) itu semua rekayasa yang dibangun untuk meloloskanSambo,” ujarnya.
Informasi yang disampaikan tidak sesuai kenyataan, Kompolnas pun dianggap membela kepolisian.
Baca juga : Dunia Penuh Ketidakpastian, Prabowo: Mari Kita Bersatu
Akibat keterbatasan wewenang pula, Kompolnas harus menerima risiko dicap sebagai juru bicara Polri. Benny menyadari risiko ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya