BREAKING NEWS
 

Diskusikan Rencana Pemindahan Pelabuhan Impor

Perprindo-Apindo Nilai Wilayah Timur Belum Siap, Ingatkan Dampak Kenaikan Harga

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 26 September 2024 18:33 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) melakukan diskusi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tentang wacana pemerintah memindahkan pelabuhan impor ke wilayah timur Indonesia.

Hadir dalam diskusi tersebut Sekjen Perprindo Andy Arif Widjaja, Wasekjen Perprindo Heryanto, Ketua Bidang Perdagangan dan Industri Perprindo Henry Sofian.

Kemudian, Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani, Head of Infrastructure Apindo Denon Prawiraatmadja, Ketua Komite Laut Apindo Faty Khusumo dan pengurus Apindo lainnya.

Perprindo dan Apindo berdiskusi untuk memberikan masukan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tentang kesiapan dari infrastruktur pelabuhan di wilayah timur Indonesia.

Baca juga : Pemindahan Pelabuhan Impor Bisa Lindungi Industri Dalam Negeri

Hasil diskusi menyepakati, belum lengkapnya konektivitas pelayaran internasional ke pelabuhan timur akan mengakibatkan kenaikan harga secara signifikan untuk produk pendingin komersial, seperti Chest Freezer dan Showcase yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM.

Atau, bisa juga mengakibatkan kelangkaan produk pendingin yang belum dapat diproduksi di dalam negeri sehingga masyarakat yang akan dirugikan pada akhirnya.

Adsense

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, pihaknya akan melakukan kajian lagi terkait isu ini.

“Kami juga akan memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan yang diterapkan tidak mengganggu iklim usaha,” ujarnya, Kamis (26/9/2024).

Baca juga : Pelonggaran Impor Bikin 6 Perusahaan Tekstil Tutup, 11 Ribu Orang Kena PHK

Wasekjen Perprindo Heryanto juga memberikan masukan agar pemindahan pelabuhan impor untuk produk pendingin, dapat dilakukan untuk produk yang sudah dapat diproduksi dalam negeri.

Namun untuk produk yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, tidak perlu dipindahkan pelabuhan impornya.

“Karena tujuan awal dari rencana pemindahan pelabuhan impor untuk melindungi industri dalam negeri sehingga sebaiknya hanya dilakukan untuk produk yang sudah dapat diproduksi di industri dalam negeri,” tuturnya.

Kedua Asosiasi bersepakat untuk melakukan kajian lebih dalam dan memberikan masukan kepada pemerintah sebagai mitra diskusi pemerintah untuk membangun iklim usaha di Indonesia yang lebih baik lagi.

Baca juga : Titip Agenda Perubahan Ke Prabowo, Cak Imin Dinilai Belum Bisa Terima Kekalahan

Sementara Sekjen Perprindo Andy Arif Widjaja berharap, kedua asosiasi dapat berkolaborasi untuk kemajuan industri di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense