RM.id Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) berencana membangun pabrik ethanol kedua untuk memproduksi bioethanol, di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini akan didukung Pertamina sebagai investornya.
Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, selain mendapatkan penugasan untuk mencapai swasembada gula, pihaknya harus bisa melakukan bauran ethanol, yaitu mengolah bahan bakar kendaraan berbasis tebu.
Karenanya, dalam kaitan menuju ketahanan energi, pihaknya telah memiliki pabrik ethanol berlokasi di Gempol Kerep, Mojokerto, Jawa Timur, yang bahan bakunya adalah tetes tebu, dengan target produksi sebanyak 30 ribu KiloLiter (KL) per tahun.
Menurut Ghani, volume tersebut setara dengan kemampuan produksi Pabrik Gula Gempol Kerep, yang juga milik PTPN III.
Baca juga : AI Dan Industri Digital Bakal Digodok Di KEK Kura-Kura
“Nanti, akan dibangun fasilitas atau pabrik kedua untuk produksi ethanol, di Banyuwangi, Jawa Timur. Sekarang, sedang tahap studi kelayakan dengan PT Pertamina (Persero). Kapasitasnya sama (seperti di Gempol), yaitu 30 ribu Kiloliter,” ujar Ghani, di Jakarta, Senin (23/9/2024).
Ia menuturkan, dalam pembangunan pabrik kedua ini, Pertamina yang akan melakukan penanaman investasi dan distribusinya. Sementara PTPN menyiapkan feedstock atau bahan bakunya.
Ia mengaku, jumlah produksi ini masih jauh dari kebutuhan gasoline secara nasional, yang sebesar 35 juta KL.
“Ini baru upaya perintisan. Tapi semoga ini bisa dibangun tahun depan,” harapnya.
Baca juga : Warga Senang Punya Kamar Dan Toilet Sendiri
Saat ini Pemerintah juga sedang membangun Food Estate di Merauke, Papua, dalam rangka swasembada gula dan ethanol.
Ghani mencontohkan, bila Pemerintah ke depan akan menggunakan B50, maka penggunaan ethanol dibutuhkan sebanyak 1 juta KL.
Adapun B50 adalah bahan bakar untuk mesin diesel yang diolah dari campuran 50 persen fosil diesel dan 50 persen biodiesel dari minyak sawit.
“Kalau dari dua fasilitas atau pabrik ethanol yang kami miliki, tentu masih kecil, totalnya hanya bisa produksi 60 ribu kiloliter. Memang perlu waktu, termasuk membangun Food Estate,” katanya.
Baca juga : La Liga Spanyol, Osasuna Jegal Rekor Kemenangan Barca
Sebagai indormasi, etanol bakal digunakan sebagai bahan bakar minyak di Tanah Air. Yang mana, Pertamina berencana mengimplementasikan biodiesel 50 persen (B50), setelah perseroan berhasil merealisasikan biodiesel 35 persen (B35).
Biodiesel B35, merupakan bauran dari 65 persen solar dan 35 persen biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.