RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku usaha di Tanah Air tetap optimistis transaksi maupun penjualan di platform e-commerce akan tetap positif meskipun daya beli masyarakat kelas menengah, mengalami penurunan.
Keyakinan tersebut bisa dilihat dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa komponen pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga, yang di kuartal II-2024 mencapai sebesar 5,05 persen.
Tercatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal II-2024 hanya tumbuh 4,93 persen. Atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 2023 sebesar 5,22 persen dan 2022 sebesar dan 5,52 persen.
“Tetapi konsumsi rumah tangga tetap tumbuh positif, meski pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda kepada Rakyat Merdeka, Rabu (3/10/2024).
Baca juga : Program Kartu Prakerja Baiknya Dilanjutkan Prabowo
Menurut Nailul, di era teknologi saat ini, masyarakat ingin memperoleh barang dengan serba praktis dan mudah, tanpa harus datang ke toko. Ini artinya, masyarakat lebih senang bertransaksi lewat handphone.
“Setidaknya permintaan belanja online masih akan ada, dan tetap tumbuh meski tidak setinggi tahun sebelumnya” ujarnya.
Menurut Nailul, untuk mengantisipasi terjadinya penurunan transaksi belanja online, pelaku e-commerce tetap perlu merancang promo yang lebih menarik agar menarik minat konsumen.
Sebagai informasi, pertumbuhan belanja online Desember 2023 tumbuh 23,7 persen dibandingkan periode 2022. “Untuk tahun ini, diperkirakan pertumbuhannya tidak akan mencapai 23,7 persen,” ramalnya.
Baca juga : Mobilitas Gampang, Energi Bersih Dan Teknologi Canggih
Nailul melihat, produk yang melambat adalah produk dengan harga tinggi seperti elektronik. Untuk produk fashion dan beauty care masih cukup banyak diminati.
Terpisah, Tokopedia dan ShopTokopedia sebagai salah satu pemain besar di pasar e-commerce Indonesia, mengaku tetap optimistis.
Head of Communications E-commerce Tokopedia and ShopTokopedia Aditia Grasio Nelwan menegaskan, pihaknya selalu memiliki tujuan untuk tidak hanya membangun seller, tetapi juga membangun konsumen agar terus bertumbuh.
“Seperti promo tanggal kembar. Pembeli diuntungkan dengan banyaknya promo dan diskon. Sementara penjual juga kebanjiran order,” kata Aditia saat ditemui Rakyat Merdeka dalam kegiatan media workshop di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu (2/10/2024).
Baca juga : Lille Sukses Taklukkan Real Madrid, Los Blancos Gigit Jari
Tak hanya itu, dukungan juga terus diberikan Tokopedia and ShopTokopedia, seiring meningkatnya live shopping di ShopTokopedia melalui platform TikTok.
“Skill menjual barang kan tidak mudah. Kami bahkan memberikan pelatihan soal ini. Salah satunya juga melalui pusat edukasi seller Tokopedia dan ShopTokopedia Academy,” jelasnya.
Program tersebut berisi ratusan modul edukasi tentang pengembangan bisnis yang bisa diakses secara gratis.
Selain itu, sambung Aditia, pihaknya juga membantu para afiliator, yang memberikan peluang bagi anak muda dan semua pihak untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.