RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyakini, pertumbuhan ekonomi bukan hanya didorong oleh usaha di sektor mikro, tetapi juga pertumbuhan perlu didorong dari sektor usaha level kecil dan menengah (UKM).
Plt (Pelaksana Tugas) Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Temmy Satya Permana melihat, pembiayaan menjadi isu penting bagi UMKM. Termasuk di sepanjang 10 tahun Pemerintahan Presiden Jokowi.
Saat ini, tantangannya 47 persen kebutuhan pembiayaan UMKM belum dapat terlayani oleh lembaga jasa keuangan.
"Kami berharap, pembiayaan UMKM harus terus diperbesar dan dipermudah untuk dapat menjangkau karakteristik pelaku UMKM yang tidak seragam. Ada Mikro, Kecil dan Menengah,” katanya dalam Konferensi Pers terkait Inovasi Pembiayaan untuk UMKM di kantor KemenKopUKM, Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Untuk itu, dalam mendukung pertumbuhan usaha tak hanya di kelas mikro, tetapi juga mendorong kelas UKM, Kemenkop UKM mengusulkan adanya insentif serta inovasi pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pengadaan Barang/Jasa Pemernitah dan KUR Agregator.
Hasil kajian Ernts and Young dan AFPI (2023) menunjukkan terdapat gap antara permintaan dan suplai pembiayaan UMKM pada tahun 2026, yakni kebutuhan pendanaan sebesar Rp 4.300 triliun dan supply hanya Rp 1.900 triliun.
Temmy menyebut, mayoritas penerima kredit UMKM adalah usaha mikro sebesar 46,21 persen, diikuti oleh usaha kecil sebesar 31,26 persen dan menengah sebesar 22,53 persen.
“Target kredit perbankan Pemerintah ke UMKM sebesar 30 persen kami juga tidak yakin bisa tercapai. Sampai saat ini baru sekitar 19,6 persen. Maka, ada Pekerjaan Rumah (PR) yang belum selesai,” ungkapnya.
Di satu sisi, skema pembiayaan yang dirancang untuk UMKM selama ini hanya berdampak pada menahan laju kemiskinan dan menciptakan pendapatan bagi masyarakat bawah.
Baca juga : Gaet BPKP, Kemenkop UKM Targetkan Pertumbuhan UMKM Di Tahun 2045
Besaran kredit/pembiayaan sebesar maksimal 10 juta, seperti UMi, Mekaar, dan Bank Wakaf Mikro.
Terdapat skema kredit lainnya dengan jumlah plafon kredit/pembiayaan yang relatif lebih besar yaitu sampai dengan Rp 500 juta, yakni Ulamm, dan KUR.
“Namun KUR di atas Rp 500 juta bagi UKM diserahkan ke suku perbankan normal. Suku bunga usaha kecil menengah sebesar 8,59 persen.
Sementara negara-negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia hanya 3,45 persen dan Singapura 5,42 persen,” ungkapnya.
Meski begitu, kata Temmy, skema-skema tersebut belum mampu menjadikan usaha mikro dan kecil naik kelas.
Hal ini ditunjukkan dengan struktur pelaku usaha tidak mengalami perubahan, masih didominasi oleh usaha mikro yang sebesar 99 persen.
“UKM juga butuh insentif terkait pembiayaan dan investasi. Maka, inovasi kebijakan pembiayaan untuk UKM perlu terus diperkuat,” ucapnya.
Temmy menegaskan, jika sebesar 30 persen subsidi saja membantu kredit bagi UKM, bukan tidak mungkin hal itu akan semakin mendorong ekonomi di sektor kecil dan menengah.
“Kami sudah melakukan kajian dengan stakeholders seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menguji apakah insentif ini bisa dikeluarkan untuk KUR di atas Rp 500 juta. Yakni melalui dua KUR, KUR Pengadaan barang/jasa Pemerintah dan KUR Agregator,” ungkapnya.
Baca juga : Kolaborasi Kemenkop UKM dan YDBA Komit Kembangkan UMKM Berbasis Teknologi & Inovasi
Termasuk bisa menggandeng lembaga penjaminan terkait risiko dalam penyaluran KUR Agregator nanti ke depannya.
Temmy menekankan, melalui mekanisme rantai pasok aggregator, memperluas jangkauanr ini dapat membantu mengatasi masalah kredit rantai pasok melalui skema supply chain financing.
“KUR Klaster misalnya yang ada saat ini, dapat memperkuat rantai pasok dengan mendukung perajin lokal dalam meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.
Pada rantai pasok Pemerintah dan BUMN, terdapat lebih dari 8.146.219 produk dan 346.857 penyedia UMKM, tetapi realisasi transaksi belanja produk UMKM baru mencapai Rp 208,5 triliun dari total belanja sebesar Rp 844,2 triliun.
“Pasarnya masih besar bagi UKM, yang salah satunya perlu didorong melalui sektor pembiayaan. Kalau bicara UMKM bukan hanya mikro, tetapi juga usaha kecil dan menengah,” kata Temmy.
Ia berharap, tahun ini usulan terkait KUR tersebut bisa didorong dalam Pemerintahan baru maupun hingga akhir tahun ini.
Selain itu, selama ini juga telah dilakukan beberapa inovasi pembiayaan yang dilakukan.
Seperti, Sistem Innovative Credit Scoring (ICS) dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dengan proses yang lebih cermat dan berbasis teknologi.
“Juga beberapa alternatif pembiayaan berbasis teknologi semakin penting seperti P2P (Peer to Peer) lending,” ucapnya.
Baca juga : Kemenkop UKM Dorong X Beauty Jadi Agregator Pengembangan UMKM Kecantikan
Di kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi Kemenkop UKM Ali Manshur menambahkan, tujuan Kemenkop UKM mengusulkan adanya KUR Agregator ini adalah untuk menebalkan usaha kecil dan menengah.
“Secara pembiayaan, mikro lebih banyak didorong di bawah. Kami mencoba menariknya dari atas. Karena itu, kami sedangkan merumuskan KUR Agregator di atas plafon Rp 500 juta. Tetapi harus dipastikan penikmatnya adalah usaha mikro,” ucapnya.
Ali juga menambahkan, dalam mendukung inovasi pembiayaan dan investasi bagi UMKM, Kemenkop UKM juga memiliki beberapa program utama.
Pertama, Program SME EPIC memberikan pendampingan kepada UMKM untuk terhubung dengan investor, termasuk pelatihan pitching dan business matching yang lebih intim.
Kedua, Program Bisnis Layak Funding (BISLAF) menyediakan bantuan bagi lebih dari 180 UMKM dalam melakukan pitching kepada penyandang dana, sementara lebih dari 1.720 UMKM lainnya akan tetap mendapatkan akses pembiayaan melalui lembaga keuangan.
Ketiga, SME IPO membantu UMKM memasuki pasar modal melalui forum pasar modal, pelatihan terstruktur, business matching, serta kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memonitor proses IPO (Initial Public Offering).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.