BREAKING NEWS
 

Tekan Emisi, Toyota Pakai Jurus Multi Pathway Dan Green Energy

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 30 Oktober 2024 17:31 WIB
Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Dedi Priadi (tengah), Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto (ketiga kanan), Ekonom Prof. Iwan Jaya Aziz (kedua kanan), Wakil Presiden TMMIN Bob Azam (kiri), Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Agus Pramono (kanan), Direktur LPEM FEB UI Chaikal Nuryakin Ph.D (kedua kiri) dan Dekan FEB UI Teguh Dartanto (kedua kiri) pada acara seminar nasional dalam rangka 100 tahun industri otomotif Indonesia mewujudkan Indonesia Net Zero Emission 2060 yang mengangkat tema “Strategi Percepatan Transisi Energi: Pendekatan “Quick Win” Sebagai Solusi Praktis Dalam Mewujudkan Pencapaian Target NDC 2030” yang berlangsung di Balai Sidang UI Depok, Rabu (30/10/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan target pengurangan emisi karbon, Toyota Indonesia mengambil langkah aktif mendorong transisi energi di sektor otomotif.

Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi Triple Helix antara pemerintah, akademisi, dan industri, untuk mempercepat penggunaan energi terbarukan dan teknologi rendah emisi, khususnya di sektor transportasi.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengatakan, transisi energi akan menjaga ketersediaan energi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Sejak 2022, Toyota telah mengadakan tujuh rangkaian seminar nasional di berbagai universitas di Indonesia untuk mengedukasi generasi muda. 

Baca juga : Tekan Stunting, Pemda Harus Intervensi Dan Inovatif

“Seminar nasional ini adalah wujud advokasi untuk mendukung ekosistem hidup hijau dan pemerataan ekonomi nasional. Diskusi ini membantu menyusun strategi percepatan transisi energi menuju tahun 2030,” ujarnya di sela membuka Seminar Nasional memperingati 100 tahun industri otomotif Indonesia di Universitas Indonesia, Rabu (30/10/2024).

Diskusi mengambil tema dengan tema Percepatan Transisi Energi: Pendekatan Quick Win sebagai Solusi Praktis dalam Mewujudkan Pencapaian Target NDC 2030.

Adsense

Seminar ini merupakan bagian dari kolaborasi ketujuh antara Toyota dan tujuh universitas di Indonesia, meliputi UNDIP, UDAYANA, ITS, ITB, UNS, UGM, dan kini UI. 

Baca juga : Tekan Emisi Karbon, Pabrik APP Group Sudah Pakai Energi Terbarukan

Toyota Indonesia menggunakan strategi multi-pathway, melibatkan beragam teknologi kendaraan seperti biofuel, kendaraan listrik (HEV, PHEV, BEV), hingga teknologi hidrogen (FCEV). Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi emisi pada 2030 sebagai tahap awal menuju netralitas karbon pada 2060.

Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam menyebutkan, implementasi energi hijau seperti biofuel dan EBT (Energi Baru dan Terbarukan) dapat menciptakan positive cycle yang tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga kesejahteraan petani Indonesia.

Green energy mendukung keseimbangan ekonomi dan lingkungan, serta membantu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia melalui penggunaan bioethanol dan biofuel,” ujarnya.

Baca juga : Lewat Pompanisasi, PAT Boyolali Capai Target 100 Persen

Toyota juga memberikan kontribusi pada seminar nasional di Universitas Indonesia (UI) dengan dukungan tema green economy untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Dukungan ini diperuntukkan bagi riset yang relevan dengan ekonomi hijau, sebagai langkah konkret Toyota dalam membangun relevansi akademis dan sosial.

Toyota Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengeksplorasi berbagai strategi menuju netralitas karbon melalui visi Beyond Zero, yang menandakan upaya Toyota tidak hanya untuk menghilangkan emisi, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular demi keberlanjutan. Beyond Zero mendorong Toyota untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, dan mendukung ekonomi sirkular yang efisien.

Bob mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terlibat dalam upaya pengurangan emisi dan mendorong ekosistem kendaraan rendah emisi. “Langkah ini bertujuan menjadikan Indonesia basis produksi kendaraan berdaya saing tinggi, sekaligus mengembangkan rantai pasok dan IKM lokal,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense