BREAKING NEWS
 

Disampaikan Airlangga Di Munas Dekopin

Koperasi Dan UMKM Pilar Utama Ekonomi Tumbuh

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 21 Desember 2024 07:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (19/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, Pemerintah terus fokus mengembangkan kedua sektor tersebut.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya pemberdayaan UMKM dan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.

“Perekonomian Indonesia tetap solid hingga akhir 2024, dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5 persen,” kata Airlangga dalam Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Munas Dekopin) di Jakarta, Jumat (20/12/2024).

Selain itu, menurutnya, inflasi tetap terkendali dalam target sasaran 2,5 persen ± 1 persen, dengan angka 1,55 persen secara year-on-year (yoy) pada November 2024.

Konsumsi rumah tangga juga terus tumbuh kuat dan diproyeksikan meningkat lebih dari 5 persen pada 2024.

“Daya beli masyarakat tetap solid. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia yang mencapai 125,9 pada November 2024,” jelasnya.

Baca juga : Pelabuhan Dan Kapal ASDP Siap Layani Libur Nataru

Berdasarkan data NielsenIQ, total belanja masyarakat pada kuartal III-2024 mencapai Rp 256 triliun.

Airlangga juga menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing koperasi dan UMKM.

Menurutnya, koperasi harus mampu beradaptasi dengan era digital untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat jaringan keanggotaan.

“Koperasi harus bergerak maju mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan sektor produktif sesuai amanat Undang-Undang Koperasi,” ujarnya.

Adsense

Kendati begitu, Airlangga mencatat bahwa mayoritas koperasi masih terfokus pada sektor jasa keuangan (66 persen) dan perdagangan (17 persen). Sementara sektor riil seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan masih minim.

“Karena itu, sektor produksi harus dioptimalkan agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pasokan barang di dalam negeri,” tegas Airlangga.

Baca juga : SMAN 70 Drop Out Lima Siswa Pelaku Kekerasan

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah menyediakan kemudahan pembiayaan, seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah.

Hingga 30 November 2024, realisasi KUR mencapai Rp 269,48 triliun atau 96,24 persen dari target dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) terjaga di 2,19 persen.

Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kementerian Koperasi juga meningkatkan akses pendanaan sektor riil dari Rp 38,7 miliar pada 2020 menjadi Rp 506,2 miliar pada 2023, atau tumbuh hingga 960,53 persen.

Sebelumnya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menargetkan koperasi terus berkembang pesat pada tahun 2025, yang telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Tahun Koperasi Internasional.

“Ini momentum kebangkitan koperasi Indonesia. Koperasi harus membuat gebrakan sepanjang tahun 2025,” ujar Budi Arie, Rabu (18/12/2024).

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Koperasi akan menyusun peta jalan dan melakukan simulasi dengan memperhatikan struktur sosial, politik dan ekonomi yang lebih berkeadilan bagi koperasi.

Baca juga : Indonesia Vs Filipina, Duel Hidup Mati Tim Garuda Muda

“Koperasi harus menjadi gairah baru bagi masyarakat. Menjadi pilihan utama selain sektor swasta dan BUMN dalam perekonomian nasional,” tuturnya.

Budi Arie juga mengatakan, Koperasi Unit Desa (KUD) berperan strategis mendukung swasembada pangan.

“KUD memiliki potensi besar untuk membantu Pemerintah mencapai kedaulatan pangan melalui sektor pertanian,” tuturnya. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 21 Desember 2024 dengan judul "Disampaikan Airlangga Di Munas Dekopin, Koperasi Dan UMKM Pilar Utama Ekonomi Tumbuh"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense