BREAKING NEWS
 

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif Di Akhir 2024

Kinerja Perekonomian Nasional Tetap Tangguh

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 4 Januari 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers' Indekx (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2024 berhasil rebound ke level ekspansif di angka 51,2, setelah sebelumnya berada di lever kontraksi 49,6. 

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pesanan baru, baik domestik maupun ekspor serta peningkatan aktivitas pembelian bahan baku oleh perusahaan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, PMI Manufaktur yang kembali ekspansif mencerminkan optimisme dunia usaha terhadap kondisi perekonomian nasional di masa mendatang.

Baca juga : Jinakkan Harga Pangan, DKI Gelar Pasar Murah

Optimisme ini juga sejalan dengan outlook World Bank pada Desember 2024 yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1 persen tahun 2024 dan 5,2 persen pada 2025.

“Kondisi ini menunjukkan prospek positif sektor manufaktur, dengan banyak perusahaan bersiap menghadapi peningkatan permintaan di tahun 2025,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Jumat (3/1/2025).

Menurutnya, Pemerintah terus mendorong sektor manufaktur nasional melalui penggunaan bahan baku lokal, pemberian insentif, perlindungan industri dalam negeri serta kerja sama ekonomi internasional.

Baca juga : Man. City Vs West Ham United, Ujian Berat The Citizens

Dia menegaskan, penggunaan bahan baku lokal akan diprioritaskan untuk mengurangi beban biaya produksi akibat fluktuasi nilai tukar rupiah. Langkah ini dilakukan melalui akselerasi hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.

Selain itu, Pemerintah memberikan insentif fiskal, kemudahan perizinan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguatan riset dan inovasi untuk mendukung industri nasional.

Airlangga juga menjelaskan bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) telah diberikan kepada sektor otomotif dan pembiayaan industri padat karya.

Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Warriors Hancurkan Sixers

Termasuk sektor pakaian jadi, tekstil, furnitur, kulit, alas kaki, mainan anak, serta makanan dan minuman. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas melalui subsidi bunga bagi revitalisasi mesin.

Lebih lanjut, Pemerintah terus memperluas akses pasar bagi produk ekspor nasional melalui berbagai kerja sama perdagangan.

Adsense

“Kami juga memperkuat kebijakan perlindungan industri dalam negeri melalui safeguards dan tindakan anti-dumping,” kata Airlangga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense