Sebelumnya
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan bahwa sektor manufaktur Indonesia berhasil rebound setelah lima bulan berturut-turut mengalami kontraksi sejak Juli 2024.
Menurut Febri, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, sektor manufaktur Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan.
“PMI Manufaktur yang ekspansif ini menunjukkan kepercayaan diri pelaku industri masih tinggi, didukung kenaikan volume produksi dan pesanan baru,” jelas Febri, Jumat (3/1/2025).
Baca juga : Jinakkan Harga Pangan, DKI Gelar Pasar Murah
Febri menambahkan, banyak pedagang meningkatkan pembelian barang pada Desember 2024 karena tarif PPN masih 11 persen.
Mereka menyimpan stok untuk dijual pada Januari 2025, ketika tarif PPN naik menjadi 12 persen, sehingga memperoleh keuntungan 1 persen.
Dia juga menekankan bahwa struktur industri manufaktur di Indonesia cukup baik, sehingga produktivitas berjalan lancar dari hulu ke hilir.
Baca juga : Man. City Vs West Ham United, Ujian Berat The Citizens
“Dengan regulasi yang tepat, industri kita akan semakin ekspansif. Salah satunya, pengendalian barang impor yang dapat mendorong manufaktur kita ke level yang lebih tinggi,” tutup Febri.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu optimistis kembalinya manufaktur ke zona ekspansif akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi 2024, dengan target 5 persen diyakini tercapai.
“Manufaktur Indonesia yang kembali ekspansif mencerminkan ketangguhan perekonomian nasional di tengah berbagai tantangan global maupun domestik,” ujar Febrio, Kamis (2/1/2025).
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Warriors Hancurkan Sixers
Menurutnya, kinerja manufaktur yang membaik mencerminkan daya beli masyarakat yang terus meningkat, seiring inflasi yang terkendali dan optimisme terhadap kondisi ekonomi yang lebih baik. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 4 Januari 2025 dengan judul "PMI Manufaktur Kembali Ekspansif Di Akhir 2024, Kinerja Perekonomian Nasional Tetap Tangguh"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.