RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tapi juga mampu menghidupkan ekonomi rakyat. Banyak pelaku usaha daerah kebagian berkah program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini.
Tahun ini, Pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 71 triliun untuk Program MBG. Penerima manfaatnya ditargetkan 3 juta orang dengan fokus di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penyedianya adalah para pelaku usaha kecil di daerah.
Sejumlah pelaku bisnis kuliner yang terlibat dalam MBG bersyukur dapat dampak positif dari program ini. Selain meningkatkan omzet, program tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja.
Sugiri, Pengawas Yayasan Bangun Gizi Nusantara yang dimotori perusahaan kuliner Wong Solo Group, mengungkapkan, pihaknya mempekerjakan sekitar 150 orang yang terdiri dari masyarakat lokal dalam menjalankan program MBG. Yayasan ini bertugas mendistribusikan makan bergizi gratis wilayah Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.
Pihaknya memanfaatkan warga sekitar untuk pengelolaan dapur dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. "Kami mempekerjakan dua dapur di Gagaksipat kurang lebih 150 pekerja lokal atau daerah sekitar sini," ujar Sugiri, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1/2025).
Baca juga : Kluivert Harapan Baru Timnas Garuda
Kata dia, MBG selain bermanfaat bagi anak-anak karena mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, pihaknya juga diuntungkan. "Kami mempekerjakan masyarakat sekitar sini, pedagang-pedagang juga akan sangat terbantu dengan program makan bergizi," sambungnya.
Dia mengatakan, sebagai pelaku bisnis kuliner, Wong Solo Group bersyukur dapat ikut berperan aktif dalam mensukseskan program ini. "Kami merasa sangat terharu senang dilibatkan dalam program ini. Kami sangat berterima kasih pada Pak Prabowo yang sudah mengadakan program ini," ungkapnya.
Kepala Produksi di Dapur Gagaksipat, Adinda, bangga bisa terlibat bekerja untuk program unggulan pemerintah ini. "Saya selaku kepala produksi merasa senang dengan adanya program Pak Prabowo ini. Selain itu saya juga merasa terbantu dan bersyukur saya ikut mensukseskan program ini," ujarnya.
Dia mengatakan, menu makanan yang disiapkan bervariasi, mulai dari nasi, olahan ayam, daging, sayur, buah, dan telur. Menurutnya, kehadiran beragam menu tersebut untuk menjamin mutu gizi. Serta melibatkan ahli untuk menghadirkan kebutuhan gizi yang ideal.
Selain itu, proses pengolahan makanan pun dipastikan kebersihannya melalui standar yang sudah ditentukan yakni para karyawan mengenakan hairnet, masker, sarung tangan, dan sepatu boots.
Baca juga : Ultah Ke-52 PDIP Dirayakan Sederhana
"Kami memiliki ahli gizi yang berkompeten untuk mengawasi nutrisinya sudah sesuai untuk siswa atau untuk penerima manfaat yang kami tuju," tutup Adinda.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memaparkan manfaat Program MBG bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam unggahannya di Instagram @smindrawati, Sri Mulyani menyatakan, dalam APBN 2025, telah dianggarkan Rp 71 triliun untuk Program MBG.
Dia menerangkan, program ini bisa memperkuat modal sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Sri Mulyani lalu mengutip studi Bank Dunia pada 2024, yang menunjukkan pemberian makan bergizi dapat meningkatkan tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, serta mengurangi malnutrisi/stunting.
Kemudian, Sri Mulyani mengutip pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2021, yang menyebut pemberian makan bergizi di negara maju dapat mengendalikan pola makan dan mengurangi risiko obesitas serta diabetes sejak dini bagi anak usia sekolah.
Setelah itu, Sri Mulyani bicara mengenai dampak program ini bagi ekonomi. “Dampak Program MBG diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi daerah/desa terutama UMKM, menciptakan kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tulisannya.
Baca juga : Komdigi Beredel Konten Negatif Obat Dan Makanan
Dari pihak kampus, juga menyakini Program MBG bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Akadamisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Budi Santoso, menyampaikan, program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberdayakan petani lokal dan UMKM.
Menurutnya, ada keterlibatan petani dan pengusaha lokal, pemasok bahan makanan, hingga juru masak dan pihak distribusi. Dengan demikian, program ini sangat strategis, karena di saat bersamaan mampu menyerap produk lokal, menciptakan peluang kerja baru, dan meningkatkan keterampilan masyarakat.
“Program ini seperti menembak dua sasaran dengan satu peluru. Di satu sisi, masalah gizi masyarakat teratasi dan di sisi lain ekonomi lokal turut berkembang,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.