Dark/Light Mode

Cuma Fokus Menjual Barang Virtual

Bukalapak Akhirnya Tutup Lapak Jualan Produk Fisik

Kamis, 9 Januari 2025 07:05 WIB
Bukalapak resmi tutup. Foto: Istimewa
Bukalapak resmi tutup. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bukalapak.com Tbk atau Bukalapak memastikan kabar sudah tidak beroperasi 100 persen, tidak benar. Pihaknya hanya menghentikan layanan penjualan produk fisiknya saja.

Bukalapak menyampaikan penutupan penjualan produk fisik dilakukan secara bertahap hingga Februari 2025.

“Layanan marketplace Bukalapak masih tetap beroperasi. Hanya layanan produk fisik yang tidak kami jual lagi di aplikasi,” kata Head of Media and Communications Bukalapak Dimas Bayu kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Alhasil, saat ini Bukalapak hanya fokus pada layanan produk virtual di platform marketplace. Hal ini guna memperkuat posisi di ekosistem produk virtual, dan memberikan layanan terbaik kepada pengguna di industri digital.

“Kami juga sedang fokus pada pertumbuhan perseroan, dan entitas anak perusahaan untuk terus tumbuh lebih baik,” tegas Dimas.

Baca juga : Pemerintah Dorong Pengembangan KEK

Ke depannya diharapkan, langkah Bukalapak ini bisa memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan, terutama pemegang saham.

Dalam pengumuman resmi perusahaan yang dipublikasi pada laman blog Bukalapak, manajemen telah menginformasikan, bahwa Bukalapak akan menjalani transformasi dalam upaya untuk meningkatkan fokus pada produk virtual.

“Sebagai bagian dari langkah strategis ini, kami akan menghentikan operasional penjualan produk fisik di Marketplace Bukalapak,” tulis pengumuman tersebut.

Manajemen Bukalapak mengatakan, mereka sepenuhnya memahami, bahwa perubahan akan berdampak pada usaha Pelapak, dan berkomitmen untuk membuat proses transisi ini berjalan sebaik mungkin.

“Untuk itu, kami telah menyiapkan panduan dan langkah-langkah untuk membantu Pelapak dalam proses transisi,” jelasnya.

Baca juga : Hore, Bansos KJP Plus Tahun 2024 Sudah Cair

Para Pelapak dapat menyelesaikan saldo dan pengembalian dana, dengan mengikuti langkah-langkah pada tautan yang dilampirkan di pengumuman tersebut.

Selain itu, informasi terkait pengunduhan data transaksi dan riwayat penjualan dapat diakses pelapak.

Untuk Pembeli, ke depannya tetap dapat melakukan transaksi Produk Virtual yang masih ada di aplikasi. Seperti Pulsa Prabayar, Paket Data, Token Listrik, Listrik Pascabayar, Prakerja, Bukasend, Angsuran Kredit, BPJS Kesehatan, Air PDAM, Telkom.

Lalu, Pulsa Pascabayar, TV Kabel & Internet, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), Penerimaan Negara, Voucher Streaming, Bayar Denda Tilang, Bayar PPh (Pajak Penghasilan) Final, Bayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai), Bayar PPh 21, Bayar SBN (Surat Berharga Negara), Bayar Bea, BPJS Ketenagakerjaan, BMoney, dan Voucher Digital Emas.

Pada 9 Februari 2025 pukul 23:59 WIB akan menjadi tanggal terakhir pembeli, dapat membuat pesanan untuk kategori beberapa produk.

Baca juga : Real Madrid Vs Real Mallorca, Los Blancos Siap Hajar Vermilions

Meliputi aksesoris rumah, elektronik, e-voucher, fashion anak, fashion pria, fashion wanita, food, games, handphone, hobi & koleksi, industrial, kamera, kesehatan, komputer, logam mulia, luxury, media, mobil, part & aksesoris.

Kemudian motor, olahraga, perawatan & kecantikan, perawatan rumah tangga perlengkapan bayi, perlengkapan kantor, personal care, rumah tangga, sepeda, tiket & voucher, dan vape.

Selanjutnya, penonaktifan pengunggahan produk baru dilakukan mulai 1 Februari 2025. Pelapak tidak dapat menambah produk baru setelah periode ini.

Bukalapak juga menyarankan kepada Pelapak, untuk menyelesaikan pengelolaan pesanan yang masuk sebelum tanggal akhir operasional marketplace. Guna menghindari pembatalan otomatis pesanan yang belum terpenuhi.

Selain itu, perusahaan juga memastikan, semua pesanan yang belum diproses hingga 2 Maret 2025 pukul 23:59 WIB akan dibatalkan secara otomatis oleh sistem. Dana dari pesanan yang dibatalkan akan dikembalikan kepada pembeli melalui BukaDompet.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.