RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja penjualan eceran diperkirakan mengalami peningkatan signifikan pada Desember 2024.
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk Desember 2024 diproyeksikan mencapai 220,3, atau mencatat pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 1,0 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh permintaan yang meningkat di sejumlah kelompok.
"Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama pertumbuhan. Secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan tumbuh 5,1 persen setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi 0,4 persen," ungkap Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat (10/1).
Ramdan juga menyoroti kelompok yang mencatat pertumbuhan tertinggi.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Selasa 31 Desember, Cek di Sini Lokasinya
"Subkelompok Sandang menjadi motor pertumbuhan, diikuti oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Suku Cadang dan Aksesori. Ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru," tambahnya.
Penjualan November 2024 Masih Tertekan
Sementara itu, penjualan eceran pada November 2024 mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 0,9 persen (yoy) dengan nilai IPR sebesar 209,7.
Namun, pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,5 persen (yoy).
"Pada November, penurunan permintaan disebabkan oleh faktor cuaca yang menghambat aktivitas masyarakat. Hal ini berdampak pada kelompok seperti Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau," ujar Ramdan.
Namun, ia menambahkan bahwa beberapa kelompok seperti Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tetap mencatatkan kinerja positif.
Baca juga : Di Masa Nataru, Penumpang Pelni Tembus 366 Ribu
"Kelompok ini menjadi penopang utama di tengah kontraksi yang terjadi," katanya.
Secara bulanan, IPR November 2024 tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,4 persen (month-to-month/mtm), melanjutkan kontraksi tipis sebesar 0,01 persen pada Oktober 2024.
Tekanan Inflasi Diperkirakan Naik
Bank Indonesia juga memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat dalam tiga bulan ke depan, khususnya pada Februari 2025.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2025 yang naik menjadi 160,2 dari 157,8 pada periode sebelumnya.
"Seperti yang terjadi dalam tiga tahun terakhir, rata-rata harga akan mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Ini adalah pola yang wajar dan telah terprediksi," ujar Ramdan.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Senin 23 Desember, Cek di Sini Lokasinya
Namun, tekanan inflasi dalam enam bulan mendatang diperkirakan menurun.
IEH Mei 2025 tercatat sebesar 151,1, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 165,4.
"Normalisasi permintaan setelah HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Idul Fitri menjadi faktor utama penurunan tekanan inflasi pada Mei 2025," jelasnya.
Hasil lengkap dari survei ini dapat diakses melalui laman resmi Bank Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.