RM.id Rakyat Merdeka - Anindya Bakrie dikukuhkan menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan para Menteri Koordinator dan Menteri Kabinet Merah Putih, di Hotel The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Arsjad Rasjid dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia. Acara ini turut dihadiri para mantan Ketua Umum Kadin Indonesia, para pengurus dan anggota Kadin Indonesia, 35 Ketua Umum Kadin Provinsi dan 60 wakil dari 238 asosiasi/himpunan Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia.
Acara yang diselenggarakan di awal tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas di antara pengurus Kadin Indonesia untuk semakin mendekatkan kemitraan strategis dengan Pemerintah.
Sebagai mitra strategis Pemerintah sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987, Kadin Indonesia memiliki peran dalam mendukung dan menyukseskan program-program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo, serta memacu pertumbuhan ekonomi bertahap 8 persen dan menekan angka kemiskinan hingga nol persen.
Baca juga : GAN Apresiasi 100 Hari Prabowo-Gibran, Tunjukan Keberpihakan Ke Rakyat
Di depan para pengusaha, Presiden Prabowo menyerukan sebuah terminologi yang sudah lama tidak terdengar, yakni “Indonesia Incorporated”. Di mata Presiden, Kadin harus dinamis, berani, inovatif, dan bekerja sama dalam semangat Indonesia Incorporated.
Semua kebijakan yang digulirkan pemerintah, kata Presiden, adalah kebijakan yang sematamata untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Tidak ada kepentingan lain. Tidak ada orientasi lain.
"Itu semua untuk kepentingan bangsa, kepentingan negara, dan kepentingan rakyat. Kita tidak akan ragu-ragu, kita akan laksanakan dengan segenap kekuatan dan daya yang ada di kita,” demikian janji Prabowo.
Menurut Presiden, para pelaku usaha memegang peranan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia, sehingga akan memberikan peran yang lebih besar kepada swasta. Ke depan, Pemerintah akan menangani bidang yang penting yaitu menyangkut perlindungan kepada rakyat, dan yang belum bisa ditangani swasta. Tapi, proyek yang bisa dikerjakan swasta harus diserahkan kepada swasta agar dunia usaha berkembang.
Partisipasi Aktif Kadin Indonesia
Baca juga : Pro MBR, Prabowo Hapuskan Biaya BPHTB
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyambut baik pernyataan Presiden Prabowo yang memberikan peluang lebih besar untuk pihak swasta dalam membangun perekonomian. Kata dia, pernyataan itu membuat para pengusaha menjadi sangat semangat.
"Kadin Indonesia sebagai wadah dunia usaha, kita menaungi banyak sekali perusahaan baik yang besar, yang menengah, juga yang kecil. Dan kami yakin dengan ajakan beliau, Kadin bisa berpartisipasi dengan Pemerintah," ujarnya.
Anin, mengatakan, esensi dari Kadin Indonesia dalam UU Nomor 1 Tahun 1987 hanya ada dua. Pertama, menjadi mitra strategis pemerintah. Kedua, Kadin adalah wadah dunia usaha.
Anin menjelaskan, selain berpartisipasi aktif dalam pembangunan infrastruktur, Kadin juga akan berpartisipasi aktif pada program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penyediaan tiga juta perumahan murah setiap tahun, peningkatan ekspor dan investasi dengan melibatkan para stakeholders, termasuk peran Kadin Provinsi, Kabupaten/Kota, dan ALB.
Baca juga : Penuhi Susu untuk Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Impor 200 Ribu Sapi Perah
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Rosan P Roeslani yang juga Ketua Penyelenggara acara "Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia” menegaskan, proses pengukuhan Anindya dan Arsjad berjalan lancar sebagai ungkapan semangat anggota Kadin Indonesia yang mengedepankan persatuan dan kesatuan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menilai, persatuan Kadin Indonesia merupakan hal yang mutlak. Menurutnya, persatuan ini akan mendorong target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo serta membuat kepercayaan dunia internasional semakin meningkat, dan membuat dunia usaha nasional semakin maju.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.