Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Indonesia Masuk BRICS
Gerindra Jamin Prabowo Mainkan Politik Bebas Aktif
Kamis, 9 Januari 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra menyambut baik keanggotaan penuh Indonesia sebagai Anggota Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS). Partai berlambang Kepala Garuda ini menggaransi, keputusan ini tetap menerapkan amanah para founding father, yaitu politik bebas aktif.
“Gerindra tentu menyambut gembira keanggotaan Indonesia dalam BRICS. Ini adalah wujud sejati dari falsafah politik luar negeri bebas aktif yang ditekankanPresiden Prabowo Subianto,” ujar politisi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono dalam keterangannya, Rabu (8/1/2025).
Baca juga : Utusan Khusus Presiden Dan Menteri Desa Ikut Disebut
Ketua DPW Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) itu menepis tudingan masuknya Indonesia ke BRICS sebagai strategi melawan dominasi negara barat. Ditegaskannya, semua asumsi yang beredar di media asing bahwa langkah ini konfrontatif dengan ekonomi barat, itu sama sekali tidak benar.
Budisatrio menegaskan, sepak terjang politik luar negeriIndonesia itu, bebas aktif. Historisnya, dapat dilihat dari keterlibatan di berbagai forum internasional, seperti Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) atau Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), atau Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, Group of Twenty (G20) hingga Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca juga : 2025, Kuota Haji 221 Ribu Orang
"Artinya, keanggotaan Indonesia di BRICS ini bukan bentuk konfrontasi dengan pihak manapun. Seperti pesan Presiden Prabowo, bahwa ‘seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,’ hal ini yang perlu kita pahami dari keterlibatan Indonesia di manapun nantinya,” ujarnya.
Dijelaskan, kepentingan nasional Indonesia merupakan agenda utama yang diperjuangkan Indonesia dalam setiap relasi diplomatik yang dibangun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya