RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar berkomitmen akan mendukung Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) dalam memberdayakan ekonomi perempuan.
Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil melakukan pertemuan dengan Prof. Nasaruddin di Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (5/2/2025). Turut hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Jenderal Ipemi Nurwahidah Saleh, beserta jajaran pengurus lainnya.
Ingrid mengatakan, pertemuan dengan Menag membahas peran Ipemi sebagai organisasi yang memiliki peran strategis. Khususnya, dalam hal dakwah dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Ingrid senang karena mendapat dukungan dari Menag. Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga berkomitmen mendukung peran Ipemi untuk memajukan perempuan dalam hal ekonomi.
Baca juga : RI-Kenya Perkuat Komitmen Pencegahan Ekstremisme
"Menag menyampaikan, insyaallah akan bersinergi dengan Ipemi dalam menjalankan program Kemenag. Di antaranya program pemberdayaan ekonomi umat," ungkap Ingrid dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Menurut Ingrid, kementerian/lembaga, organisasi, masyarakat perlu berkolaborasi untuk mengatasi hambatan yang dihadapi perempuan. Khususnya di bidang keagamaan dan pengembangan strategi pemberdayaan perempuan yang efektif.
Dengan anggota yang tersebar di 36 provinsi, 380 kabupaten/kota, 800 kecematan, dan 17 negara, Ipemi berkomitmen untuk terus menjadi agen perubahan yang efektif.
"Kami ingin membangun kemandirian ekonomi melalui dunia usaha, khususnya bagi perempuan Muslimah. Saat ini sekitar 70 persen anggota Ipemi adalah pelaku usaha, sementara sisanya masih belajar dan ingin terjun ke dunia bisnis," ungkap Ingrid.
Baca juga : Perpusnas Dukung Literasi dengan DAK Fisik dan Non-Fisik Tahun 2025
Terlebih, peran Ipemi memiliki kesamaan dengan Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Khususnya pada poin kedua, ketiga, keempat, keenam, ketujuh, dan kedelapan.
Ingrid mengatakan, Ipemi terus mendorong penguatan ekonomi nasional, melalui peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan. Juga terus membentuk SDM berkualitas, dan meningkatkan peran perempuan.
"Ipemi terus membangun kemandirian kaum perempuan melalui wirausaha yang sesuai dengan Misi Asta Cita Pemerintah Kabinet Merah Putih menuju Indonesia Emas 2045," tutur Ingrid.
Di kesempatan yang sama, Prof Nasaruddin menekankan pentingnya peran pengusaha dalam mendukung dakwah. Kemenag akan bersinergi dengan Ipemi dalam upaya memperkuat ekonomi berbasis dakwah.
Baca juga : Pertamina Dukung Pemerintah Dalam Penataan Penyaluran LPG Subsidi
"Nabi Muhammad SAW sendiri lebih lama menjadi pengusaha dibandingkan sebagai nabi. Beliau menjadi Nabi di usia 40 tahun dan wafat pada usia 63 tahun," tutur Prof. Nasaruddin.
Ia menambahkan bahwa dakwah dapat hadir dalam berbagai profesi, termasuk dunia usaha. Sinergi antara Kemenag dan Ipemi diharapkan dapat membantu mengembangkan ekonomi berbasis dakwah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.