Dark/Light Mode

RI-Kenya Perkuat Komitmen Pencegahan Ekstremisme

Rabu, 5 Februari 2025 17:52 WIB
KBRI Nairobi pada 3 Februari 2025 telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan dialog bilateral Indonesia-Kenya mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme. (Foto KBRI Nairobi)
KBRI Nairobi pada 3 Februari 2025 telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan dialog bilateral Indonesia-Kenya mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme. (Foto KBRI Nairobi)

RM.id  Rakyat Merdeka - KBRI Nairobi pada 3 Februari 2025 telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan dialog bilateral Indonesia-Kenya bertajuk “The Whole of Government and The Whole Society Approach: The Significant Role of Civil Society in PCVE Efforts in Indonesia and Kenya”. Pada kesempatan ini, Indonesia dan Kenya menegaskan komitmen penguatan kerja sama ( Penanggulangan 

Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme (PCVE), termasuk mendorong pelibatan masyarakat sipil kedua negara pada upaya PCVE.

Kegiatan dialog bilateral ini dibuka Duta Besar RI untuk Kenya Mohamad Hery Saripudin. Dalam sambutannya, Dubes Hery menyampaikan bahwa isu ektremisme berbasis kekerasan dan terorisme menjadi isu penting dan strategis dalam menjaga keamanan negara maupun global. Karenanya, diperlukan kerja sama internasional baik di tingkat Pemerintah maupun people-to-people di akar rumput.

Baca juga : KESDM Dan Pertamina Sosialisasikan Penataan Ekosistem Rantai Pasok LPG 3 Kg

Disampaikan pula perlunya transfer of knowledge dalam implementasi PCVE baik di Indonesia maupun Kenya, dan diharapkan kedua negara dapat bersinergi dalam menghadapi ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme.

"Saya berharap kerja sama di sektor keamanan ini dapat mendukung peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Kenya," kata Hery.

Kegiatan dialog bilateral ini menghadirkan Deputi Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto dan Direktur National Counter Terrorism Center (NCTC) Kenya, Kibiego Kiken, sebagai narasumber. Kedua narasumber memaparkan mengenai perkembangan pelaksanaan Rencana Aksi Nasional (RAN) PCVE di masing-masing negara, tantangan yang dihadapi dan dampaknya pada upaya penanggulangan terorisme, serta pentingnya pelokalan pelaksanaan RAN PCVE melibatkan aktor non Pemerintah seperti masyarakat sipil (CSOs).

Baca juga : Kemenhub Apresiasi Pemda Ambil Alih Pengelolaan Teman Bus

Kegiatan dialog bilateral ini merupakan acara puncak dari konferensi lintas negara dengan tema "Enhancing Cooperation: A Cross Country Peer to Peer Learning and Exchange Program on Localizing Preventing and Countering Violent Extremism (PCVE) Strategies in Kenya" yang diadakan pada 26 Januari-3 Februari 2025 oleh Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA) bekerja sama dengan BNPT, NCTC Kenya dan Mensen met een Missie (MM).

Para peserta kegiatan ini adalah unsur Pemerintah dan masyarakat sipil dari Indonesia, Kenya, dan Nigeria. Unsur pemerintah dari pihak Indonesia yaitu perwakilan BNPT (Direktorat Kerjasama Regional dan Multilteral). Sementara unsur masyarakat sipil Indonesia yaitu: Imparsial, AMAN Indonesia, Peace Generation dan Fatayat NU.

Kegiatan lintas negara ini bertujuan untuk melakukan pertukaran praktik terbaik antara Indonesia dan Kenya khususnya dalam upaya pelokalan RAN PCVE, mengidentifikasi tantangan dan solusi serta menyoroti peran strategis masyarakat sipil dalam upaya pelokalan PCVE tersebut. Kegiatan konferensi lintas negara di Kenya ini dilakukan di Nairobi dan Mombasa (kunjungan ke Kilifi County dan Kwale County).

Baca juga : Oplas Hidung Agar Estetika

Sebelumnya telah dilakukan pertemuan secara hybrid pada bulan Oktober dan November 2024. Pada acara puncak konferensi lintas negara tersebut, para peserta mengeluarkan rekomendasi tindak lanjut yang kiranya dapat menjadi perhatian JISRA, BNPT, NCTC Kenya dan MM.

Beberapa rekomendasi tersebut diantaranya: Riset terkait rehabilitasi dan reintegrasi, dukungan JISRA terhadap pelokalan RAN PCVE di Indonesia serta melanjutkan program pembelajaran dan Peer to Peer Learning antara Indonesia dan Kenya di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.