RM.id Rakyat Merdeka - Bulan Ramadan dan Lebaran sebentar lagi. Untuk itu, Pemerintah berencana mengimpor daging kerbau dan sapi, guna menjaga ketersediaan stok pangan dan menstabilkan harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama hari besar keagamaan tersebut.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Pemerintah telah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan mengimpor 100 ribu ton daging kerbau dan 100 ribu ton daging sapi.
“Penugasan ini sudah kami bahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama kementerian dan lembaga terkait. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, langkah ini juga dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang meningkat akibat musim hujan,” ujar Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, penugasan impor melalui BUMN bertujuan untuk memastikan pengawasan yang lebih ketat, sehingga potensi penyebaran PMK dapat diminimalkan.
Baca juga : Yuk, Skrining Kanker Gratis Di Puskemas
Pemerintah juga memastikan bahwa harga daging tetap terjangkau bagi masyarakat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan Pemerintah melakukan impor ini juga sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Rakortas ini digelar untuk memastikan keseimbangan stok dan harga pangan, terutama menjelang Lebaran. “Dengan impor ini, kami harap harga daging di pasar bisa lebih stabil dan tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi,” harap Zulhas.
Dalam kesempatan ini, Zulhas juga menyinggung implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2022 yang membatasi impor garam untuk industri makanan dan minuman.
Baca juga : Pembuktian Nistelrooy
Zulhas meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono segera menindaklanjuti kebijakan tersebut, mengingat aturan dalam Perpres hanya berlaku hingga 2024.
“Kami ingin kebijakan pangan ini berjalan seimbang. Harga pangan harus terjangkau bagi masyarakat. Tetapi, harga di tingkat petani, peternak dan nelayan juga harus tetap terjaga,” ujarnya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, impor daging kerbau akan menambah jumlah impor daging yang sudah direncanakan Pemerintah.
“Kita akan impor daging sapi, ditambah 100 ribu ton daging kerbau. Penugasan impor ini dilakukan oleh BUMN agar lebih terkontrol,” ujar Arief di Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Baca juga : Bellucci Pulangkan Medvedev
Arief mengatakan, daging kerbau akan diimpor dari India dan diperkirakan tiba di Indonesia dalam satu bulan ke depan.
“Kita masih dalam tahap penyusunan risalah dan persiapan impor. Ini bukan langkah tergesa-gesa, tetapi Pemerintah harus memiliki cadangan pangan cukup,” jelasnya.
Sedangkan impor daging sapi berasal dari Australia dan Selandia Baru. Namun, keputusan final mengenai impor daging sapi masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama kementerian dan lembaga terkait.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah berharap, dapat menjaga ketersediaan stok daging di dalam negeri serta menghindari lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.