Dark/Light Mode

Bahlil Keliling Riau

Pembeli Gas 3 Kg Masih Antre Panjang

Kamis, 6 Februari 2025 08:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke salah satu pangkalan LPG 3 Kg di Jalan Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. (Foto: Instagram/bahlillahadalia)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke salah satu pangkalan LPG 3 Kg di Jalan Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. (Foto: Instagram/bahlillahadalia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun pengecer telah kembali diperbolehkan menjual gas 3 kg, antrean panjang pembelian gas LPG 3 kg masih terjadi di sejumlah daerah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun kembali turun ke lapangan untuk mengecek langsung penjualan gas 3 kg.

Rabu (5/2/2025), Bahlil bersama jajaran Kementerian ESDM terbang ke Riau. Ada banyak tempat yang didatangi Bahlil dalam kunjungan lapangannya ke Riau.

Agenda pertama, Bahlil sidak ke pangkalan elpiji milik Yusmaniar di Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Seperti biasa, Bahlil menyapa warga dan bertanya ke pemilik pangkalan.

“Saya lihat di pangkalan ini, harga elpiji Rp 18 ribu, dan itu rakyat beli. Inilah yang diinginkan Pemerintah. Harga untuk masyarakat harus di bawah Rp 20 ribu,” kata Bahlil.

Baca juga : Yang Ndablek, Saya Tindak!

Tak puas di pangkalan, ia melanjutkan sidaknya ke salah satu warung pengecer gas 3 kg. Mantan Ketua Umum HIPMI itu terkejut saat mengetahui warung tersebut membanderol “si melon” Rp 22 ribu per tabung.

Saat ditanya kenapa menjual Rp 22 ribu, si penjual dengan polosnya menjawab harga belinya dari pangkalan sudah Rp 20 ribu per tabung. Mengetahui hal ini, Bahlil geram.

“Ada pengecer yang menjual Rp 22.000, mendapat gas dari pangkalan lain. Ini yang tidak boleh terjadi. Kita akan melakukan penataan terhadap pangkalan yang bermain seperti ini,” tegasnya.

Ia menjelaskan, agen memperoleh gas 3 kg dari Pertamina Patraniaga dengan harga Rp 12.750. Kemudian menjual ke pangkalan seharga Rp 15 ribu. Adapun harga tertinggi yang masyarakat dapatkan Rp 18 ribu.

Baca juga : Dasco: Bukan Nyari Masalah

“Rantai distribusi ini harus sesuai. Dari agen ke pangkalan, dan dari pangkalan ke masyarakat. Tidak boleh ada permainan harga di tengahnya, apalagi yang merugikan rakyat. Saya tidak rela masyarakat harus beli Rp 22 ribu,” sesal Bahlil.

Untuk menertibkan tata niaga gas 3 kg, ia berencana membentuk badan khusus. “Jika ada pangkalan yang melanggar, kami tindak. Cabut izin pangkalannya,” ancam mantan Menteri Investasi itu.

Usai sidak proses pembelian, Bahlil meninjau wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri, Bengkalis, Riau. Mengenakan wearpack bercorak khas Pertamina, ia didampingi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.

Bahlil meminta lifting minyak dinaikkan dalam rangka kedaulatan energi. Ia juga mengapresiasi penerapan metode “Enhanced Oil Recovery” (EOR) dengan metode “steamflood” yang diterapkan oleh PHR dalam upaya meningkatkan produksi.

Baca juga : Cabut Sertipikat Pagar Laut, Nusron Tutup Pintu Kompromi

Sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan energi, Bahlil akan terus memberikan dukungan dan motivasi kepada PHR untuk meningkatkan produksinya.

“Saya yakin Pertamina mampu melakukan ini. Karena lifting kita itu adalah produk dari Pertamina dan dari 60 persen tersebut 25-30 persen berasal dari PHR. Ibu Pertiwi menanti pengabdian kita untuk menjaga marwah negara dalam rangka memberikan pelayanan kepada rakyat dan bangsa,” tuturnya.

Di hari yang sama, antrean panjang pembelian gas LPG 3 kg masih terjadi di sejumlah daerah. Tak hanya di Jabodetabek, fenomena antrean panjang juga terjadi di Surabaya, Bali, dan provinsi lainnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.