BREAKING NEWS
 

Sudah Kantongi Izin OJK

BSI Mulai Jalankan Bisnis Bullion Bank

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 15 Februari 2025 07:05 WIB
Direktur Utama BSI Hery Gunardi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mulai menjalankan bisnis bullion bank setelah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank pelat merah itu yakin, bisnis emas yang mereka kembangkan akan semakin maju.

Izin usaha bulion untuk BSI diterbitkan oleh OJK pada Rabu (12/2/2025) untuk produk Perdagangan Emas dan Penitipan Emas.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, izin dari OJK terkait penyelenggaraan kegiatan usaha bank bulion akan menjadi dasar (legal standing) bagi perseroan, untuk mulai menjalankan bisnis bank bulion.

“Kami mengapresiasi keper­cayaan dan dukungan regulator dan stakeholder. Sehingga BSI bisa melangkah ke jenjang selanjutnya dalam mengelola bisnis emas, yaitu bank bulion,” jelas Hery di Jakarta, Jumat (13/2/2025).

Hery optimistis, ke depan BSI mampu memacu pertum­buhan bisnis logam mulia secara berkelanjutan. Sehingga inklusi masyarakat untuk berinvestasi emas sesuai maqashid syariah akan terus meningkat.

Hery bersyukur, BSI mem­peroleh amanah tersebut, dan ini tak terlepas dari kepercayaan na­sabah terhadap bisnis emas yang sudah dijalankan BSI selama ini.

“Ini membuat kami optimis ke depan bisa lebih besar lagi. Terutama dalam mendorong bisnis emas di BSI,” kata Hery.

Usaha bulion berdasar Peraturan OJK (POJK) No. 17 Tahun 2024 adalah kegiatan yang berkai­tan dengan emas, dan dilakukan oleh Lembaga jasa keuangan.

Baca juga : Sherina Munaf, Resmi Menjanda

OJK memberikan arahan ke­pada BSI dalam pelaksanaan produk baru tersebut, yakni wajib dilakukan paling lambat 6 bulan sejak tanggal dikeluarkan­nya surat izin.

Sebelumnya pada akhir tahun lalu, Pemerintah melalui Men­teri Koordinator Bidang Per­ekonomian Airlangga Hartarto, mendorong BSI untuk menjadi salah satu dari dua perusahaan pelat merah sebagai pelopor bank emas di Indonesia.

“Produk-produk emas BSI, ke depan Insya Allah pengelo­laan bank bulion,” ujar Airlangga.

Sebab, hal tersebut merupakan unique differentiator dari BSI yang memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar lagi, dengan meningkatnya tren investasi emas di masyarakat.

Terpisah, Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, per­tumbuhan kinerja BSI saat ini salah satunya didorong oleh bisnis emas. Bahkan, bisnis emas di BSI dapat dikatakan sebagai new game changer. Produk konsumer seperti emas itu tumbuh signifikan di BSI.

“Tahun ini kami lebih optimis lagi, karena BSI secara resmi sudah mendapatkan license menjadi bank bulion,” ujarnya.

Adsense

Cahyo menegaskan, perseroan bersyukur bisa menjadi salah satu yang dipilih oleh Pemerin­tah menjadi bank emas pertama di Tanah Air.

“Ini menjadikan cikal bakal dari pertumbuhan ekosistem bisnis emas yang lebih lengkap,” tegasnya.

Baca juga : Prabowo Kembali Jadi Ketum Gerindra

Apa yang dikatakan Cahyo beralasan kuat. Selama ini BSI kerap memperkuat kerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Selain itu, pada akhir No­vember tahun lalu perseroan menempuh langkah strategis untuk memberikan solusi investasi yang aman, terpercaya, dan mendorong pendalaman sektor keuangan syariah melalui industri emas melalui kerja sama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk.

Melalui kerja sama terse­but, perseroan meluncurkan BSI Gold. Produk tersebut merupakan logam emas batangan eksklusif berlogo BSI, dengan karatase 99,99 persen yang memiliki standar SNI.

Dan telah memperoleh rekomendasi Kesesuaian Syariah dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), yang dapat dimiliki masyarakat melalui produk BSI Cicil Emas.

Sementara terkait bisnis lo­gam mulia, BSI menunjuk­kan kinerja yang sangat positif sepanjang 2024. Bahkan bisnis BSI tersebut terdorong oleh antusiasme nasabah muda yang tinggi dalam berinvestasi emas.

Alhasil, kata Cahyo, bisnis emas perseroan tercatat naik 78,18 persen secara tahunan. Produk cicil emas menjadi pri­madona, dengan lonjakan pem­biayaan sebesar 177,42 persen secara yoy (year on year) ke angka Rp 6,4 triliun.

Selain cicil emas, bisnis gadai emas BSI juga mengalami ke­naikan yang cukup signifikan. Pertumbuhannya mencapai seki­tar 31,3 persen secara tahunan ke angka Rp 6,4 triliun pada 2024.

Kualitas pembiayaan bis­nis emas ini pun sangat sehat, dengan NPF (Non Performing Financing) nyaris nol persen

Baca juga : Vonisnya Jadi 20 Tahun, Harvey Moeis Kena Batunya

Cahyo menekankan, bisnis emas memang merupakan unique product BSI, dan memiliki potensi untuk tumbuh semakin besar. Sebab, tren investasi emas terus meningkat karena merupakan aset safe haven.

“Terlebih kenaikan harga emas sangat terjaga dan signifi­kan. Contohnya seperti pada tahun lalu, yang mencapai 32,4 persen,” katanya.

Menyoal ini, Pengamat eko­nomi dan perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto turut menyambut baik dengan diberikannya izin kepada BSI terkait bisnis bank bulion.

“Izin tersebut bisa menambah opsi bagi masyarakat untuk menyimpan emas sebagai aset, karena keuntungannya cukup menjanjikan,” kata Doddy ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia menegaskan, bisnis bank bulion akan berdampak positif dalam memperkuat posisi In­donesia di perdagangan logam mulia secara global.

Doddy menuturkan, pengua­tan bisnis bank bulion di Indo­nesia sangat penting. Hal ini mengingat Indonesia menjadi salah satu produsen emas terbe­sar di dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense