Sebelumnya
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, prospek Danantara sangat baik. Mengingat, banyak hal positif yang bisa dilakukan.
Ia mencontohkan, Danantara bisa mempercepat pembiayaan untuk transisi energi, baik untuk mempensiunkan PLTU batubara maupun pengembangan energi terbarukan. Caranya, aset PLN yang dikonsolidasikan ke Danantara.
“Jadi ini adalah kunci yang sangat penting untuk bisa mempercepat masuknya dana-dana dari asing untuk bisnis ataupun untuk proyek yang berkelanjutan,” urai Bhima saat dihubungi, Selasa (18/2/2025).
Baca juga : Prabowo Hormati Setiap Kritikan
Ia juga menyebut, Danantara bisa membiayai program 3 Juta Rumah, atau yang terkait ketahanan pangan. Artinya, Danantara bisa menjadi super investment vehicle yang diharapkan mempercepat realisasi investasi.
Jika realisasi investasi sudah banyak, kata dia, tenaga kerja juga akan terserap, terutama di sektor formal. Kata Bhima, Danantara juga bisa menjadi kontributor dalam pengembangan penanaman modal tetap bruto atau investasi langsung.
Meski begitu, Danantara harus dikelola dengan baik. Pertama, menerapkan standar tinggi.
Baca juga : 481 Kepala Daerah Terpilih Latihan Baris-berbaris Di Monas
“Untuk menarik investasi asing, terutama dari negara maju, tentu mereka melakukan penyamaan standar dulu,” kata Bhima.
Kedua, penunjukan direksi harus bebas dari kepentingan politik atau konflik kepentingan.
“Dan juga harus ada tata kelola dan safeguarf untuk melindungi dari praktik korupsi karena dananya sangat besar,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.