BREAKING NEWS
 

Manfaatkan Momen Ramadan Buat Kerek Penjualan

Industri E-Commerce Masih Mainkan Jurus Bakar Uang

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 17 Maret 2025 07:05 WIB
Head of Operations Laza­da Indonesia Amelia Tediar­jo. (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri e-commerce disinyalir masih menggunakan strategi bakar uang untuk menarik minat belanja masyarakat. Terutama dalam memanfaatkan momen bulan Ramadan, untuk meningkatkan penjualan. Fenomena ini diharapkan bisa dimanfaatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memasarkan produknya.

Direktur Ekonomi Digi­tal Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyoroti, strategi bakar uang yang masih digunakan platform e-commerce untuk memenangkan persaingan.

“Persaingan e-commerce di Indonesia sangat ketat dan hampir semuanya menggu­nakan strategi bakar uang,” ujar Huda kepada Rakyat Merde­ka, kemarin.

Karena itu, lanjut Nailul, pem­berian diskon kerap dilakukan untuk menarik minat masyarakat berbelanja. Hal ini tak lepas dari karakteristik masyarakat Indo­nesia yang masih price oriented consumer.

Baca juga : Hilirisasi Kunci Pertumbuhan Dan Pemerataan Ekonomi RI

“Artinya, mana yang lebih murah, maka mereka akan mem­beli barang dari toko atau plat­form tersebut. Jadi, satu kasih diskon, yang lain pasti juga akan kasih diskon serupa,” jelasnya.

Ia melihat, pertumbuhan trafik atau transaksi e-commerce kali ini tetap ada, meskipun tidak setinggi pada 2021-2022.

“Pertumbuhan pada 2025, nampaknya di angka 5 persenan saja,” prediksinya.

Ia menjelaskan, hal ini dise­babkan oleh dua hal, yaitu perge­seran kembali pola belanja men­jadi belanja secara offline. Serta adanya tekanan daya beli akibat maraknya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi sejak tahun lalu.

Baca juga : Warga Jakarta Baiknya Mudik Lebih Awal Deh...

“Akibatnya, pendapatan agre­gat masyarakat bisa berkurang, konsumsi rumah tangga melam­bat, termasuk belanja di online store,” bebernya.

Terpisah, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Muhammad Nidhal mengatakan, hadirnya teknologi harus bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM agar semakin berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Hal ini menjadi salah satu harapan besar dari transformasi digital di Indonesia.

“Digitalisasi harusnya mem­beri dampak positif pada per­tumbuhan UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Nidhal kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Manchester City Vs Brighton 2-2, Guardiola Panik Dan Terjepit

Apalagi di momen Ramadan, yang seharusnya trafik transaksi lebih tinggi dari biasanya.

Untuk mendukung itu, kata Nidhal, dibutuhkan koneksi internet yang merata, alias tidak hanya di kota-kota besar saja.

Ia menilai, tanpa akses lis­trik yang stabil, maka kuali­tas jaringan internet broad­band juga menjadi terganggu sehingga sulit terhubung dengan ekosistem digital.

Adsense

“Kalau masih ada kesenjangan akses internet maupun listrik, mereka terancam tertinggal dalam persaingan digital dan bisa kehilangan peluang miliar­an rupiah dari ekonomi digital,” tutut Nidhal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense