Dark/Light Mode

Jadi Pengacara Hasto, Eks Jubir KPK Dikritik Temannya

Febri Diansyah: Saya Hormati Masukan Dari Para Sahabat

Minggu, 16 Maret 2025 07:50 WIB
Febri Diansyah, Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Febri Diansyah, Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menjadi kuasa hukum Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam kasus Harun Masiku, menuai kritik dari para sahabatnya, mantan penyidik KPK. Soalnya, langkah tersebut dinilai bertentangan dengan tugas Febri saat di KPK.

Kritik pertama datang dari mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Novel menilai, keputusan Febri menjadi pengacara terdakwa perkara korupsi sudah keterlaluan.

Kata Novel, langkah Febri sangat bertolak belakang dengan tugas sebelumnya di KPK. "Dari semua hal itu, saya hanya bisa menanggapi, kebangetan. Itu saja," tandasnya.

Baca juga : Yudi Purnomo: Saya Sungguh Kecewa Dan Menyayangkan

Senada, mantan personel KPK Praswad Nugraha juga menyesalkan keputusan Febri membela Hasto. Karena, kasus yang menimpa Sekjen PDIP itu bermula ketika Febri masih menjadi Jubir KPK.

Menurut Praswad, langkah menjadi kuasa hukum Hasto menambah daftar jejak Febri dalam keberpihakannya kepada para tersangka/terdakwa kasus korupsi.

"Setelah dirinya pernah berhadapan dengan KPK di pengadilan saat menjadi kuasa hukum terdakwa Syahrul Yasin Limpo, yang berakhir dengan terbukti bersalah," ingat Praswad.

Baca juga : KLH Dorong Kampus Ikut Kelola Sampah

Kritik juga datang dari Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina yang menilai, keputusan Febri tidak etis. Terlebih, Febri menjadi Juru Bicara KPK saat kasus Harun Masiku mulai ditangani KPK.

"Meski tidak ada larangan, ICW sangat menyayangkan," kata Almas tentang langkah seniornya di kalangan aktivis antikorupsi itu.

Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap juga menyesalkan keputusan Febri tersebut. Dia pun meminta mantan pegawai KPK lainnya untuk tidak melakukan hal serupa. "Kita boleh mengkritik kinerja pimpinan KPK, tapi jangan melawan KPK dalam proses penegakan hukum," tandasnya.

Baca juga : Rajin Safari Ke Pesantren Bahlil Tiru Gaya Prabowo

Menyikapi hal ini, Febri menganggap kritikan itu sebagai masukan. Mengenai keputusannya menjadi kuasa hukum Hasto dalam perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan, menurutnya, sebagai pilihan profesional seorang advokat. “Saya sedang menjalankan tugas profesi,” ucapnya.

Untuk membahas topik itu lebih lanjut, berikut ini wawancara Rakyat Merdeka dengan Febri Diansyah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.