RM.id Rakyat Merdeka - Asian Agri, salah satu perusahaan kelapa sawit di Indonesia dan Apical, pengolah minyak nabati global, melangsungkan kegiatan buka puasa bersama dan temu media dalam rangka pemaparan perkembangan komitmen berkelanjutan kedua perusahaan yakni Asian Agri2030 dan Apical 2030 setelah diluncurkan pada 2022 lalu.
Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, Johan Kurniawan mengatakan, bahwa komitmen keberlanjutan kedua perusahaan selaras dengan pedoman Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDGs) yang diimplementasikan dengan berpegang pada filosofi usaha RGE yakni 5Cs - Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company.
Johan menambahkan, bahwa nilai strategis komoditas Kelapa Sawit merupakan elemen kunci perekonomian nasional mulai dari kontribusi devisa hingga penyedia lapangan kerja.
Adapun keberadaan industri sawit merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kesejahteraan petani rakyat khususnya yang tergabung dalam program kemitraan dan intiplasma.
“Sebagai produsen dan pengolah minyak sawit, Asian Agri dan Apical beroperasi dengan mengedepankan prinsip berkelanjutan dan mendatangkan kebermanfaatan,: ujar Johan dalam keterangannya diterima Senin (17/3/2025).
Ia menambahkan, manfaat yang diberikan mulai dari kebutuhan domestik rumah tangga seperti minyak goreng hingga bahan bakar. Singkatnya #DariDapurSampaiAvtur.
Sebagai rangkaian menuju industri sawit berkelanjutan, Asian Agri meluncurkan komitmen dan strategi jangka panjang yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu Kemitraan Dengan Petani, Pertumbuhan Inklusif, Iklim Positif dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan.
Baca juga : Asian Agri dan Apical Optimis Capai Target Keberlanjutan 2030
Asian Agri percaya bahwa keberadaan perusahaan memiliki tujuan memberikan nilai positif bagi petani, masyarakat, dan juga lingkungan.
Johan menambahkan, setelah dua tahun berjalan, Asian Agri mencatatkan perkembangan yang relatif positif, terutama pada Pilar Kemitraan dengan Petani dan Pilar Pertumbuhan Inklusif.
Sustainability Manager Asian Agri, Leonardo Yapardi mengatakan, petani kelapa sawit memegang peranan yang penting dalam keberlanjutan Asian Agri.
"Untuk itu kami memiliki komitmen untuk mensertifikasi semua petani mitra dengan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tahun 2025," ujar Leo.
Hingga 2024, Asian Agri telah membantu 11 KUD memperoleh sertifikasi ISPO atau setara 49 petsen dari target.
"Melalui semangat #BermitraLebihBaik, Asian Agri mendorong KUD untuk memulai proses sertifikasi sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang kewajiban ISPO di tahun 2025”, papar Leo
Pada Pilar Pertumbuhan Inklusif Asian Agri 2030 telah menyentuh 34 persen target dalam bentuk pelatihan vokasi kepada lebih dari 1.700 orang, mendukung pembentukan UMKM di 54 desa dari total 159 desa di sekitar daerah operasional yang terletak di Sumatera Utara, Riau dan Jambi.
Baca juga : PLN Nusantara Power Optimalkan 1,2 Juta Ton FABA untuk Keberlanjutan
Kemudian, melalui program bag-to-school, Asian Agri 2030 juga telah mendistribusikan lebih dari 1.300 paket pendidikan kepada murid-murid SD, SMP, SMA dengan target sebanyak 5.000 murid.
Leo menambahkan bahwa Asian Agri akan terus melakukan serangkaian program dan inisiatif dengan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait agar memastikan pencapaian target di tahun 2030.
“Kami optimis dapat mencapai seluruh target tersebut dalam lima tahun kedepan," pungkas Leo.
Memasuki tahun ketiga, Apical 2030 mencatatkan beberapa kemajuan positif atas target-targetnya, dalam
Pilar Kemajuan inklusif, Apical telah menjangkau 12 desa di Aceh Singkil dan 3 desa di Kutai Timur dari target 30 desa untuk program Sustainable Living Villages (SLV) atau Desa Berkelanjutan.
Selain memberdayakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan mendorong inklusi, SLV juga mendorong petani untuk memiliki pendapatan alternatif, seperti budidaya madu Trigona di Aceh Singkil dan budidaya kakao di Kutai Timur.
Sustainability Manager Apical, Hendra Hosea mengatakan, melalui program SLV, pihaknya berkomitmen membantu petani swadaya dalam mewujudkan perkebunan sawit berkelanjutan.
Baca juga : Kolaborasi KAI Logistik Dan Aqua Percepat Distribusi Kebutuhan Air Mineral
Salah satunya melalui pelatihan cara berkebun yang sesuai dengan prinsip berkelanjutan agar petani mendapatkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan akses fasilitas pengembangan dari pemerintah yang merupakan dasar menuju ISPO dan RSPO.
"Kemajuan positif juga terlihat dari target dukungan kepada 5.000 petani swadaya untuk mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 2030," ujar Hendra.
Dalam mencapai target tersebut, Apical bersama Asian Agri dan KAO meluncurkan program, SMILE (SMallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment) pada tahun 2020, berfokus pada peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan, dan sertifikasi RSPO.
Hingga kini SMILE telah melibatkan 3.489 petani swadaya dan 1.373 petani swadaya telah mencapai sertifikasi RSPO.
“Sejauh ini, implementasi Apical2030 masih on target. Untuk Pilar Kemitraan Transformatif, di mana target kolaborasi dengan para pemasok untuk mencapai NDPE sebesar 100 persen, kini kami telah mencapai 93 persen. Secara garis besar, saat ini sudah 68 persen terealisasi, " ujar Hendra.
Hendra menambahkan, melalui AsianAgri2030 dan Apical2030, kedua perusahaan berkomitmen memberikan kontribusi positif terhadap iklim, lingkungan, dan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.