RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam menyoroti dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China terhadap industri. Menurutnya, ketegangan ekonomi global ini menciptakan hambatan tarif (tax barrier) yang berujung pada inflasi dan pelemahan ekonomi dunia.
“Perang dagang itu memberikan tax barrier, sehingga terjadi inflasi dan kenaikan harga. Ini membuat ekonomi melemah,” kata Bob Azam, Rabu (19/3/2025).
Ia menjelaskan, sebelum konflik perdagangan ini terjadi, perang Rusia-Ukraina sudah lebih dulu menghantam ekonomi Eropa, terutama di sektor energi. Dengan harga gas melonjak, ekonomi Eropa melambat, yang berimbas pada melemahnya permintaan ekspor dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca juga : Berkat BRI, UMKM Gula Aren Ini Berhasil Ekspor Tembus Pasar Global
“Salah satu dampaknya, ekspor padat karya kita ke Eropa juga ikut turun,” tambahnya.
Bob menilai bahwa kondisi ini menunjukkan semakin besarnya risiko bagi negara-negara yang terlalu bergantung pada ekspor. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat pasar domestik agar lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global.
Dalam menghadapi kondisi global yang tidak menentu, Bob menilai pentingnya memperkuat pasar dalam negeri dengan kebijakan yang tepat. Ia mencontohkan langkah Vietnam yang menurunkan PPN serta Malaysia yang masih memberikan insentif bagi sektor industri untuk menjaga daya beli masyarakat.
Baca juga : Hari Perempuan Sedunia, AirAsia MOVE Berbagi Kisah 2 Perempuan Hebat Indonesia
“Untuk bergantung pada ekspor dalam situasi ini berat. Tapi nggak ada salahnya kita tetap perjuangkan, misalnya dengan mempercepat perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Eropa. Kalau itu bisa selesai, sektor padat karya kita bisa kembali bergairah,” ujarnya.
Menurut Bob, daya beli masyarakat Indonesia saat ini melemah akibat berbagai faktor, termasuk tekanan ekonomi global dan kebijakan fiskal yang kurang mendukung konsumsi domestik. Oleh karena itu, ia menilai pemerintah perlu memberikan insentif pajak kepada sektor-sektor strategis agar industri bisa kembali berkembang.
“Seperti Vietnam, mereka menurunkan pajak untuk merangsang konsumsi domestik. Itu contoh langkah yang bisa kita pelajari. Dengan daya beli yang kuat, industri akan tumbuh, lapangan pekerjaan terbuka, dan pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.