BREAKING NEWS
 

Daimler Truck Catat Kinerja Solid Di 2024, Jual 460.409 Truk

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 25 Maret 2025 16:01 WIB
Draimler Truck. (Foto: Draimler Truck)

RM.id  Rakyat Merdeka - Daimler Truck Holding AG (Daimler Truck) mencatat hasil keuangan yang solid pada tahun 2024, meskipun menghadapi tantangan di Eropa dan Asia. Kinerja yang kuat di Amerika Utara dan Daimler Buses menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan.

CEO Daimler Truck, Karin Rådström menegaskan, meskipun 2024 bukan tahun yang mudah, perusahaan tetap menunjukkan pencapaian positif. “Kami bangga dengan pencapaian kami tahun lalu, dengan adjusted EBIT sebesar 4,7 miliar Euro dan adjusted return on sales untuk Industrial Business sebesar 8,9 persen. Namun, kami juga menyadari bahwa kami bisa berbuat lebih baik lagi dan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi kami,” ujar Karin.

Daimler Truck menjual 460.409 kendaraan komersial di seluruh dunia pada tahun 2024, turun 12 persen dari tahun sebelumnya (526.053 unit). Meski demikian, penjualan kendaraan listrik berbaterai meningkat signifikan sebesar 17 persen menjadi 4.035 unit.

Pendapatan grup mengalami sedikit penurunan 3 persen menjadi 54,1 miliar euro, dengan adjusted EBIT turun 15 persen menjadi 4,667 miliar euro. Laba per saham (EPS) tercatat 3,64 euro, lebih rendah dibandingkan 2023 (4,62 euro), akibat dampak penyesuaian nilai dan impairment non-cash sebesar 591 juta euro.

Baca juga : Elnusa Catatkan Kinerja Keuangan Positif Pada 2024, Laba Bersih Naik 42 Persen

Di sisi lain, Free Cash Flow dari Industrial Business justru mengalami kenaikan 12 persen menjadi persen 3,152 miliar, didorong oleh kinerja kuat di kuartal keempat.

Pada tahun lalu Daimler Truck menghadapi berbagai tantangan dan peluang di berbagai pasar. Amerika Utara dan Daimler Buses mencatat kinerja yang sangat baik. Kemudian, Mercedes-Benz Trucks mengalami pelemahan di Eropa, tetapi membukukan hasil positif di Brasil. Sedangkan, Trucks Asia tetap solid meskipun menghadapi pasar yang melemah.

Sementara, pesanan grup pada 2024 turun 2 persen menjadi 417.131 unit, akibat melemahnya permintaan di EU30, India, Indonesia, dan beberapa negara Asia lainnya. Namun, pemesanan di kuartal keempat meningkat 15 persen, terutama di segmen Mercedes-Benz Trucks dan Trucks Asia.

Adsense

Dewan Manajemen dan Dewan Pengawas Daimler Truck akan mengusulkan dividen tetap 1,90 euro per saham pada Rapat Umum Pemegang Saham pada 27 Mei 2025. Selain itu, tranche kedua dari program pembelian kembali saham yang diumumkan pada 2023 telah dimulai pada September 2024 dan akan berlanjut hingga Agustus 2025.

Baca juga : Mobil Seres Tertangkap Kamera Sedang Uji Jalan di Indonesia

CFO Daimler Truck, Eva Scherer, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham. “Kami tetap berkomitmen untuk menjaga neraca keuangan yang kuat, memprioritaskan arus kas, serta memastikan alokasi modal yang berorientasi pada nilai,” ujar Scherer.

Pencapaian Utama 2024

Daimler Truck terus mendorong inovasi dengan menghadirkan berbagai pembaruan: misalnya Freightliner Cascadia Generasi Kelima dan Mercedes-Benz Actros L baru untuk pasar AS dan Eropa, dengan aerodinamika lebih baik dan fitur keselamatan canggih, produksi massal Mercedes-Benz eActros 600, truk listrik jarak jauh dengan jangkauan 500 km.

Prototipe bus listrik antar kota Mercedes-Benz eIntouro, yang siap diproduksi massal pada 2026, pengiriman bus sekolah listrik Jouley ke-1.000 di AS.

Baca juga : Permata Bank Catat Laba Bersih Rp 3,6 Triliun Di 2024

Kemudian, uji coba awal GenH2 Truck, truk berbahan bakar hidrogen, serta pengembangan teknologi kendaraan komersial berat berbasis perangkat lunak bersama Volvo Group. Daimler Truck Financial Services juga memperluas layanan dengan ekosistem e-Mobility yang mencakup pembiayaan kendaraan dan infrastruktur pengisian daya.

Pada 2025 Daimler Truck memperkirakan pasar truk heavy-duty di Amerika Utara (Class 8) berada di kisaran 280.000-320.000 unit, pasar truk heavy-duty di EU30 tetap lemah, dengan estimasi 270.000-310.000 unit, penjualan unit global diproyeksikan meningkat menjadi 460.000-480.000 unit, pendapatan Industrial Business diperkirakan antara 52-54 miliar euro. Kemudian, adjusted EBIT diprediksi meningkat 5-15 persen dari 2024 dan Free Cash Flow diperkirakan turun 10-25 persen, akibat berbagai faktor eksternal.

Perusahaan juga menyoroti ketidakpastian akibat perkembangan makroekonomi, geopolitik, kebijakan tarif, serta potensi biaya restrukturisasi di Eropa.

Pada tahun ini, Daimler Truck berkomitmen meningkatkan profitabilitas dengan menyatukan bisnis di Tiongkok dan India dengan Mercedes-Benz Trucks Eropa dan Amerika Latin, untuk mengoptimalkan produksi, R&D, dan efisiensi biaya, mengurangi biaya operasional Mercedes-Benz Trucks di Eropa lebih dari 1 miliar euro pada 2030, dan memperkenalkan strategi baru di Capital Market Day, 8 Juli 2025, di Charlotte, AS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense