Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
LPEI Catatkan Kinerja Positif di 2024, Raup Laba Bersih Rp 232,5 Miliar
Selasa, 11 Februari 2025 23:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menutup tahun 2024 dengan membukukan kinerja keuangan positif. Tercatat, lembaga ini meraup laba bersih setelah pajak sebesar Rp 232,5 miliar.
Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya penyehatan yang dilakukan secara konsisten sejak tahun 2020, termasuk proses transformasi yang ditujukan untuk perbaikan proses bisnis dan penguatan di seluruh aspek lembaga.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Yon Arsal mengatakan, LPEI terus berupaya meningkatkan pertumbuhan bisnis yang prudent dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam pencapaian positif sepanjang 2024.
"LPEI berhasil mencetak pertumbuhan laba, perbaikan kualitas aset serta rasio modal yang kuat," katanya melalui keterangan resminya, Selasa (11/2/2025).
Sepanjang 2024, LPEI fokus memperbaiki kinerja keuangan yang ditunjukkan melalui rasio keuangan, seperti meningkatnya rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) sebesar 34,25 persen, dari 17,82 persen pada tahun sebelumnya.
Selain itu, recovery asset collection mencapai Rp 2,8 triliun pada 2024, dengan Non Performing Financing (NPF) net sebesar 4,52 persen, masih dalam batas yang dapat diterima industri keuangan.
Baca juga : Kinerja Moncer, Investasi ESDM 2024 Tembus Rp515 Triliun
Dan Return on Equity (ROE) sebesar 2,51 persen, meningkat dari minus 71,71 persen pada tahun sebelumnya.
Dari sisi kualitas aset produktif, pertumbuhan pembiayaan difokuskan pada selected portofolio yang tumbuh 2 persen menjadi Rp 30,2 triliun.
Manajemen LPEI telah melaksanakan berbagai langkah strategis dalam lima tahun terakhir untuk menyehatkan lembaga.
Antara lain dengan penerapan strategi bisnis yang selektif, penguatan aspek manajemen risiko melalui perbaikan proses, sistem, dan penyempurnaan kebijakan.
Lalu manajemen LPEI juga fokus untuk melakukan pemulihan dan pengelolaan aset bermasalah, penguatan sumber daya manusia, teknologi informasi, dan operasional dan pengelolaan biaya operasional yang hati-hati dan disiplin.
Sebagai bagian dari pelaksanaan mandat Undang-Undang No. 2 tahun 2009 tentang LPEI, lembaga ini juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor melalui kegiatan jasa konsultasi.
Baca juga : Cadangan Devisa Berpotensi Meningkat Rp 1.455 Triliun
Sepanjang tahun 2024, LPEI bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, dan berbagai pemerintah daerah, berhasil mendorong tumbuhnya 1.097 eksportir baru dan pembangunan 928 Desa Devisa baru. Sehingga total Desa Devisa mencapai 1.845 desa secara akumulatif.
Dalam menjalankan peran sebagai special mission vehicle (SMV) Pemerintah, LPEI mencatat penyaluran pembiayaan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) mencapai lebih dari Rp 7,2 triliun di tahun 2024.
Dan lebih dari Rp 20 triliun sejak tahun 2020. Melalui PKE, LPEI mendukung program strategis Pemerintah dalam mendorong daya saing ekspor nasional, termasuk fasilitasi perluasan pasar ekspor ke negara-negara di kawasan Afrika, Asia Selatan, timur tengah, Eropa timur, dan Amerika latin.
Lalu, memfasilitasi ekspor bagi industri farmasi dan alat kesehatan, serta industri strategis seperti alat transportasi dan penerbangan.
Kehadiran Pemerintah melalui program PKE di tahun 2024, juga terlihat dalam fasilitas pembiayaan dan penjaminan untuk produksi gerbong wagon produksi Indonesia untuk ekspor ke Selandia Baru.
Kemudian penyediaan fasilitas kredit modal kerja ekspor kepada BUMN farmasi untuk memproduksi vaksin dan melakukan ekspor ke lebih dari 160 negara.
Baca juga : Top, Laba Bersih BNI Capai Rp 21,5 Triliun
"Pemanfaatan program PKE sepanjang 2024 telah menciptakan developmental impact hingga Rp 18,8 triliun dengan negara tujuan ekspor lebih dari 90 negara dan akan terus bertumbuh," lanjut Yon Arsal.
Dia menambahkan, LPEI berkomitmen untuk menjaga kesehatan lembaga, sehingga dapat menjalankan fungsi dan perannya mendukung pertumbuhan ekspor nasional dalam ekosistem ekspor.
Hal ini dilakukan melalui pertumbuhan bisnis yang sehat, prudent, dan berdasarkan tata kelola lembaga yang baik.
Strategi LPEI untuk mencapai sasaran 2025 meliputi mempertahankan dan meneruskan proses transformasi yang memperkuat fondasi lembaga, serta membangun sinergi dan kolaborasi dengan instansi kementerian, lembaga, otoritas, institusi keuangan, mitra pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Melalui strategi dan komitmen yang dituangkan dalam rencana dan program kerja ke depan, LPEI berharap dapat menjadi lembaga yang kredibel dan diandalkan oleh Pemerintah Indonesia.
"Serta berkontribusi aktif dalam peningkatan daya saing ekspor Indonesia dan pertumbuhan ekspor nasional," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya