BREAKING NEWS
 

4 Resep AHY Hadapi Tarif Trump: Penting Ubah Krisis Jadi Peluang

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 13 April 2025 11:43 WIB
Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (13/4/2025). (Foto: RM.ID/BCG).

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan empat resep menghadapi gejolak global akibat kebijakan tarif tinggi Presiden AS Donald Trump. Lebih dari itu, AHY mengajak bangsa ini untuk berani membentuk zaman baru lewat reformasi dan solidaritas.

Empat saran strategis disampaikan AHY dalam pembukaan panel diskusi bertema “Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan dan Ekonomi Global”, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (13/4/2024).

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional, mulai dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Bos CT Corp Chairul Tanjung (CT), ekonom Chatib Basri, Marie Elka Pangestu, hingga Raden Pardede.

Baca juga : Peringatan AHY: Tarif Trump Bisa Picu Perang Dunia

“Dalam dunia yang gelap, mari kita jadi jembatan. Ketika ketakutan menyebar, mari hadirkan harapan,” ujar AHY dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang bukan hanya kuat, tetapi juga mampu menyatukan.

Adsense

Pertama, memperkuat struktur ekonomi dalam negeri. AHY menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan harga, sembari terus menarik investasi untuk mendorong pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.

Kedua, mengubah krisis menjadi peluang. Mengutip pesan SBY, AHY menyebut momentum krisis global harus digunakan untuk mendorong transformasi ekonomi, mempercepat digitalisasi, dan transisi menuju ekonomi hijau.

Baca juga : Terima Dubes AS, Menko Airlangga Bahas Tarif Impor Trump Dan Kerja Sama Dagang

Ketiga, diversifikasi pasar dan perluasan kemitraan strategis. Indonesia harus aktif menjalin kerja sama dengan kawasan non-tradisional seperti Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, hingga Global South, tak hanya bergantung pada pasar besar seperti AS dan China.

Keempat, memperkuat solidaritas di kawasan. AHY menolak fragmentasi di tubuh ASEAN akibat agenda masing-masing negara. “ASEAN harus bersuara satu, membela prinsip perdagangan yang adil dan terbuka,” tegasnya.

Menutup paparannya, AHY menegaskan bahwa dunia saat ini butuh lebih banyak kolaborasi dan solidaritas. “In a world full of uncertainties and danger, solidarity is our strength, collaboration is our hope,” tandas AHY. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense