BREAKING NEWS
 

Bukit Asam Cetak Laba Bersih Rp 5,10 Triliun pada 2024

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Senin, 14 April 2025 20:35 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan MIND ID, berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah berbagai tantangan sepanjang tahun 2024.

Pada periode tersebut, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 42,76 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Berkat pertumbuhan tersebut, Bukit Asam mencatat laba bersih sebesar Rp 5,10 triliun dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 8,30 triliun.

"Total aset perusahaan per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp 41,79 triliun, tumbuh 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/4/2025).

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan terutama ditopang oleh lonjakan penjualan ekspor yang mencapai 20,26 juta ton, tumbuh 30 persen secara tahunan.

Sementara itu, penjualan domestik juga meningkat 6 persen menjadi 22,64 juta ton.

Dengan demikian, total volume penjualan batu bara sepanjang 2024 mencapai 42,89 juta ton, tumbuh 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Pembiayaan UMKM BSI Tembus Rp 21,37 Triliun Di Februari 2025

Meski penjualan masih didominasi oleh pasar domestik, porsi ekspor menunjukkan peningkatan signifikan.

Saat ini, komposisi penjualan terdiri dari 53 persen pasar domestik dan 47 persen ekspor.

Selama tahun 2024, PTBA merealisasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 2,35 triliun, meningkat 17 persen secara tahunan.

Belanja tersebut difokuskan untuk pengembangan bisnis, termasuk pengembangan jalur angkutan batu bara Tanjung Enim – Keramasan.

Kinerja yang baik ini diraih di tengah tekanan akibat koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar global.

Rata-rata indeks harga batu bara Indonesia Coal Index (ICI)-3 terkoreksi 12 persen secara tahunan, dari 84,76 dolar Amerika Serikat per ton pada 2023 menjadi 74,19 dolar Amerika Serikat per ton di 2024.

Adsense

Adapun indeks harga batu bara Newcastle turun 22 persen secara tahunan menjadi 134,85 dolar Amerika Serikat per ton, dari sebelumnya 172,79 dolar Amerika Serikat per ton.

Baca juga : Divestasi Aset Strategis, LPKR Catat Laba Bersih Rp18,7 Triliun Di 2024

"Oleh karena itu, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar dalam negeri serta menjajaki peluang ekspor guna menjaga kinerja perusahaan tetap solid," ujar Arsal.

Perseroan juga konsisten menjalankan strategi kepemimpinan biaya (cost leadership) di seluruh lini, guna memastikan efisiensi berkelanjutan.

Hal ini tercermin dari pengendalian nisbah kupas (stripping ratio) yang pada 2024 berada di angka 6,23 kali, lebih rendah dibandingkan target tahun 2024 sebesar 6,44 kali.

Arsal menambahkan, PTBA turut mendukung transisi energi sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission) pada 2060.

Sebagai wujud komitmen, perusahaan mengembangkan diversifikasi usaha ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Salah satu langkah nyata adalah peluncuran pabrik percontohan (pilot plant) Wood Pellet berbahan Kaliandra Merah di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, pada 24 Oktober 2024.

Wood Pellet ini dirancang sebagai bahan bakar campuran batu bara (co-firing) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan merupakan kelanjutan dari program budidaya biomassa Kaliandra Merah yang dimulai pada 2023.

Baca juga : Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Nyaris Rp 1,7 Triliun, Ini Upaya Pemulihannya

Selain itu, PTBA juga menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan proyek percontohan konversi batu bara menjadi grafit buatan (artificial graphite) dan lembar anoda (anode sheet) untuk bahan baku baterai lithium-ion (Li-ion).

Peluncuran perdana proyek ini telah dilakukan pada 15 Juli 2024 di Kawasan Industri Tanjung Enim.

"Proyek ini merupakan salah satu terobosan penting dalam hilirisasi batu bara yang akan memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia," jelas Arsal.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas angkutan batu bara, PTBA juga memulai pembangunan fasilitas penanganan batu bara (coal handling facility) baru di jalur kereta api Tanjung Enim – Keramasan.

Proyek ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan pada 30 Desember 2023.

Fasilitas ini merupakan bagian dari kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengembangkan jalur angkutan batu bara berkapasitas 20 juta ton per tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense