RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri konstruksi masih memiliki potensi terus tumbuh. Indikator itu tercermin dari raihan perolehan kontrak baru PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, yang mencapai senilai Rp 2,16 triliun hingga kuartal I-2025.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, capaian ini mencerminkan upaya transformasi perseroan semakin kompetitif dan optimal dalam meraih peluang proyek baru.
Agung menyebut, nilai kontrak tersebut memperkuat eksistensi WIKA di sektor konstruksi nasional.
“Khususnya dalam membangun berbagai proyek strategis bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Agung dalam keterangan resmi, Senin (15/4/2025).
Berdasarkan segmentasi pekerjaan, kontribusi terbesar perolehan kontrak baru berasal dari industri pendukung konstruksi yang mencatatkan realisasi 70 persen dari total perolehan.
Sementara segmen infrastruktur dan gedung menyumbang 23 persen. Lalu, segmen properti sebesar 6 persen, dan selebihnya berasal dari segmen proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Adapun proyek baru yang diraih perseroan hingga Maret 2025, di antaranya Proyek Revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong di Kabupaten Pulau Taliabu dengan nilai kontrak Rp 127 miliar. Dan RSUD Maba di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, dengan nilai Rp 121 miliar.
Baca juga : Airlangga: Sektor Energi Diminati Investor Rusia
Proyek infrastruktur strategis ini memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Proyek yang diinisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut bertujuan meningkatkan fungsi rumah sakit existing dari tipe D menjadi tipe C.
“Sehingga dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal, nyaman dan berkualitas bagi masyarakat setempat,” jelas Agung.
Agung mengatakan, dalam pelaksanaannya, WIKA bertindak sebagai leader melalui Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Griksa untuk skema design and build revitalisasi bangunan rumah sakit.
Proyek RSUD Bobong sudah dimulai pada Februari 2025. Lalu disusul oleh RSUD Maba yang memulai pelaksanaan pada Maret 2025. Kedua proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Untuk sumber pendanaannya, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. Dan menjadi bagian dari program prioritas 100 hari Pemerintah.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kemenkes bersama Kurniawan Prabawayudha, selaku General Manager Building Division WIKA yang mewakili KSO proyek.
Baca juga : Normalisasi Kali Ciliwung Mandek
Agung menyampaikan, proyek ini merupakan bentuk kontribusi perseroan dalam mendukung pemerataan infrastruktur kesehatan nasional
Dengan sumber daya yang dimiliki, pihaknya menargetkan dapat menyelesaikan proyek ini dengan tepat waktu, dan mutu terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Untuk itu, sambung Agung, WIKA akan terus menjalankan transformasi bisnis dan inovasi kerja. “Sehingga eksekusi proyek dapat dilakukan dengan efektif dan efisien,” tukas Agung.
Dihubungi terpisah, Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, WIKA sebagai salah satu BUMN Konstruksi masih memiliki kapasitas dan sumber daya yang mumpuni dalam menggarap bisnis konstruksi di tahun ini, meski masih diselimuti oleh berbagai sentimen global.
Sebab, menurut Toto, potensi bisnis konstruksi di Indonesia pada tahun ini tetap menjanjikan. Yang didorong oleh investasi Pemerintah dalam infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan tren urbanisasi yang pesat.
“Sektor ini berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan terus menunjukkan pertumbuhan positif,” terang Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Toto, dari sisi kinerja, WIKA telah menyelesaikan Master Restructuring Agreement (MRA) dengan nilai outstanding Rp 20,79 triliun. Atau mengalami peningkatan signifikan dalam kinerja keuangannya pada 2024.
Baca juga : Hadapi Timberwolves Di Playoff NBA, Lakers Andalkan Luka Doncic
Pada kuartal III-2024, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 741 miliar, berbalik dari kerugian Rp 5,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ini langkah bagus buat perbaikan kinerja di tahun 2025,” puji Toto.
Ia berpendapat, ke depan, WIKA juga perlu mengarahkan sumber dayanya pada proyek ketahanan pangan dan energi. Ini sejalan dengan prioritas Pemerintah baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dia melihat, proyek 2025 kemungkinan akan fokus pada proyek prioritas Pemerintah terkait ketahanan pangan dan energi.
“WIKA bisa fokus manfaatkan resources-nya untuk fokus pada proyek terkait hal itu,” tutup Toto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.