Dark/Light Mode

Disinyalir Cuma Jadi Alat Permainan, Tepatkah Kuota Impor Dihapus?

Darmadi Durianto: Produk Impor Rawan Banjiri Dalam Negeri

Selasa, 15 April 2025 07:50 WIB
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan mengenai barang impor. Ia ingin menghapus kuota impor yang selama ini sudah berjalan.

Pernyataan Prabowo itu disampaikan dalam acara Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).

Kata Prabowo, keberadaan persetujuan teknis (pertek) di kementerian dan lembaga, menghambat gerak pengusaha. Karena itu, Prabowo menyatakan, semua pertek tak boleh ada lagi tanpa restu Presiden.

Baca juga : Firman Soebagyo: Kuota Impor Sebabkan Produksi Tak Produktif

"Pertek-pertek, apa itu pertek? Kadang-kadang pertek itu lebih galak dari keputusan Presiden. Tak ada lagi pertek-pertek. Pokoknya, pertek yang dikeluarkan kementerian, harus seizin Presiden," ucap Prabowo.

Seiring itu, Prabowo menginstruksikan kepada para menterinya, khususnya Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk menghapus kuota impor. 

"Tak usah ada kuota-kuota. Siapa mau impor daging, silakan. Siapa saja boleh impor. Mau impor apa? Silakan! Buka saja. Rakyat kita pandai kok," sambungnya.

Baca juga : Menkomdigi Keliling Kampus

Lebih jauh, menurut Prabowo, kuota impor hanya menjadi permainan. Karena itu, lanjutnya, kebijakan yang kurang baik ini harus dihapuskan. 

Pernyataan Prabowo yang ingin menghapus kuota impor ini, menjadi perbincangan hangat di media sosial dan  DPR. Ada yang mendukung. Ada juga yang menolaknya. 

Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo termasuk yang mendukung kebijakan Presiden. Dia sependapat, kuota impor hanya menjadi alat permainan sekelompok orang. 

Baca juga : PKB Solid Di Dunia Nyata & Jagat Maya

Namun, anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengkritik kebijakan penghapusan kuota impor, karena akan memberikan dampak negatif bagi produk Indonesia. “Dampaknya akan banyak PHK,” tandasnya.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai hal ini, berikut wawancara dengan Darmadi Durianto. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.