BREAKING NEWS
 

Meski Maret 2025 Melambat

BI Ramal Penyaluran Kredit Tetap Tumbuh

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 3 Mei 2025 07:00 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Menurut Perry, hal itu dam­pak dari sentimen global, yaitu kebijakan tarif AS. Sehingga ada sektor-sektor yang akhirnya hanya tumbuh terbatas akibat sentimen tersebut.

“Tetapi kami tetap optimis ada beberapa sektor yang bisa menjadi penopang pertum­buhan kredit pada tahun ini,” katanya.

Perry melihat kontribusi per­tumbuhan kredit masih didu­kung oleh sektor industri, pertambangan, dan jasa sosial.

“Beberapa assessment memberikan risiko, bahwa pertumbuhan kredit 2025 akan menuju ke batas bawah kisaran 11 hingga 15 persen,” ucapnya.

Baca juga : Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah Di DKI

Perlambatan ini belum mencerminkan pelemahan yang mendasar pada fungsi inter­mediasi perbankan. Sebab, ia melihat minat perbankan untuk memberikan kredit cukup tinggi.

Ini tercermin dari indeks lending standard, yang merupakan persyaratan-persyaratan pem­berian kredit, belum ada tanda-tanda pengetatan. Bank terlihat masih longgar memberikan kredit.

Menyoal ini, Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengamini, perbankan akan merasakan dampak negatif dari kombinasi sentimen kebi­jakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Akibatnya, arus modal asing keluar dari pasar negara berkem­bang seperti Indonesia.

Baca juga : Sarwendah, Sibuk Jual Daster Dan Urus Anak

“Sehingga memberikan dam­pak pada pelemahan rupiah, yang meningkatkan biaya impor dan mendorong inflasi,” kata Josua kepada Rakyat Merde­ka, kemarin.

Di sektor perbankan, imbuh Josua, salah satu yang perlu di­waspadai adalah meningkatnya risiko kredit. Khususnya pada debitur berbasis impor dan sek­tor yang sangat tergantung pada bahan baku luar negeri.

Tekanan terhadap nilai tukar juga memicu kewaspadaan oto­ritas moneter, yang dapat beru­jung pada pengetatan kebijakan suku bunga.

“Dan berpengaruh pada le­mahnya permintaan kredit,” ucap Josua.

Baca juga : Laporkan 5 Penuding Kasus Ijazah Palsu ke Polisi, Jokowi Pakai Pasal Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Ia pun memproyeksikan penyaluran kredit industri per­bankan akan tumbuh 10,78 persen yoy pada 2025.

Pertumbuhan kredit sepanjang 2025 tersebut kemungkinan didorong oleh kredit investasi, yang pada Desember 2024 cu­kup tinggi.

“Perbankan akan lebih selektif dalam menyalurkan kreditnya dengan menyesuaikan kondisi likuiditas,” tutup Josua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense