Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Sukur Nababan memastikan partainya siap menggelar Kongres ke-VI untuk menyambut agenda politik nasional. Saat ini dipastikan, internal Banteng dalam kondisi solid. Berada di dalam atau luar pemerintahan, akan tetap dukung Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan Sukur saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka yang dipandu wartawan Rakyat Merdeka, Siswanto, Rabu (30/4/2025).
Sukur mengakui, pelaksanaan kongres kali ini terpaksa mundur dari yang seharusnya digelar tahun 2024. Penundaan itu, terjadi karena padatnya agenda politik yang harus dihadapi partai selama tahun 2024.
"Sebenarnya tertunda kongres ini bukan karena ada masalah di internal, tetapi karena ada tugas-tugas partai. Tugas-tugas politik yang harus kita selesaikan sebagai kader dan sebagai partai politik," ungkap Sukur.
Baca juga : Program Tebus Ijazah Sekolah Dapat Apresiasi
Sebagai Ketua DPP yang mengurus organisasi dan anggota, Sukur mengaku tahu persis bagaimana psikologis kadernya pasca Pemilu dan Pilkada serentak 2024. Meskipun menghadapi berbagai ujian selama Pemilu, Sukur bilang, kader tetap solid dari tingkat pusat hingga ke akar rumput. Kata dia, salah kaprah kalau ada yang menyebut PDIP pecah karena pemilu.
"Saya tahu persis kami kompak, kami solid. Orang saja yang sok pintar," sindirnya.
Anggota Komisi IV DPR ini menambahkan, fokus PDIP sekarang adalah membangun konsolidasi untuk menghadapi dinamika politik ke depan yang semakin ketat. Hal itu perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi di antara para kader dalam menghadapi tantangan ke depan.
"Akan tetapi intinya bukan kapan waktu pelaksanaannya. Karena kapan pun, kongres bisa dilaksanakan," ujarnya.
Baca juga : Kalah Lawan Kotak Kosong, Mantan Wali Kota Maju Lagi
Meski menegaskan tidak ada konflik internal, Sukur tak menampik adanya gangguan dari pihak eksternal yang mencoba melemahkan PDIP. Dia pun mengingatkan sebesar apapun usaha mereka "mengawut-awut" partainya, pasti tidak bakal berhasil. Sebab, seluruh kader dari tingkat pusat sampai daerah tetap satu komando.
"Tidak ada gonjang-ganjing di PDI Perjuangan dan mau seperti apapun orang mengganggu, nggakakan bisa lah. Saya bisa pastikan itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Sukur memastikan kasus hukum yang menimpa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tidak memengaruhi jalannya program partai, termasuk rencana pelaksanaan kongres. Dia juga menegaskan, operasional partai tetap berjalan normal meski posisi Sekjen saat ini ditangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Meski demikian, Sukur tidak menampik secara psikologis, kasus tersebut membawa dampak bagi kader PDIP. "Pada saat kita merasa sebuah ketidakbenaran telah terjadi, psikologis kita, mentalitas kita kan pasti akan terganggu," ungkapnya.
Baca juga : Kejagung Masih Teliti Unsur Korupsi
Sukur mengungkapkan salah satu penyebab partainya sampai sekarang tetap solid adalah keberadaan Megawati sebagai sosok perekat. Tak heran, semua kader pun kompak untuk meminta Presiden ke-5 RI itu kembali memimpin partai dalam kongres nanti.
Bagi PDIP, Mega punya kharisma dan gaya kepemimpinannya telah merekatkan menyatukan seluruh struktur partai hingga ke akar rumput. "Bagi saya ini bukan masalah dukung-mendukung, tapi soal ideologi dan perekat kader. Partai ini butuh Ibu Megawati agar tetap menjadi partai ideologis dan solid," ujarnya.
Menjawab kekhawatiran soal usia Megawati yang tak lagi muda, kepemimpinan bukan sekadar soal fisik. Namun, mentalitas dan kematangan berpikir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya