Dark/Light Mode

Hadiri Peringatan May Day Di Monas

Prabowo Bahagiakan Buruh

Jumat, 2 Mei 2025 08:00 WIB
President Prabowo Subianto berpidato dihadapan ribuan buruh pada perayaan Hari Buruh di Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Foto: Setpres)
President Prabowo Subianto berpidato dihadapan ribuan buruh pada perayaan Hari Buruh di Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diselenggarakan di Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025) terasa begitu spesial karena Presiden Prabowo Subianto bisa hadir langsung di tengah para buruh. Ditambah lagi, dalam sambutannya Presiden Prabowo  memberikan banyak kado spesial yang membuat para buruh bahagia.

Prabowo menjadi Presiden kedua setelah Presiden Soekarno pada 1960 yang hadir pada peringatan Hari Buruh.

Prabowo tiba di kawasan Silang Monas pukul 09.56 WIB dengan menumpangi Maung Garuda. Iiring-iringan mobil kepresidenan yang membawa Prabowo dan rombongan mendapat sambutan meriah dari ribuan ribu buruh yang sejak pagi telah memadati Monas. 

Di atas panggung, Prabowo disambut sejumlah petinggi organisasi buruh dan menteri Kabinet Merah Putih. Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu maju ke depan panggung untuk memberikan pidatonya.

Prabowo didampingi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal; Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Elly Rosita Silaban; dan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pembaruan, Jumhur Hidayat.

Membuka pidatonya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kaum buruh yang telah setia mendukungnya dalam setiap Pilpres. “Saya merasa menjadi presidennya buruh, petani, nelayan, dan orang yang susah,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan para buruh.

Baca juga : Herman Khaeron: Yang Penting, Tak Ada Konflik Kepentingan

Dia menegaskan, Pemerintah yang dipimpinnya akan bekerja sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari Indonesia. Pemerintahannya ingin anak Indonesia tidak kelaparan, bisa sekolah gratis dan memperoleh layanan kesehatan.

Dihadapan para buruh, Prabowo juga berjanji akan menghapus sistem kerja alih daya atau outsourcing, sekaligus membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional untuk memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia. "Sebagai hadiah untuk kaum buruh hari ini,” ujar Prabowo. 

Dewan tersebut akan menjadi forum konsultatif yang berisi tokoh-tokoh buruh dari berbagai daerah. Tugasnya antara lain memberikan masukan kepada Presiden mengenai pembaruan regulasi ketenagakerjaan, termasuk penghapusan sistem outsourcing yang selama ini menjadi sorotan serikat pekerja.

Prabowo menekankan, penghapusan outsourcing harus dirancang secara hati-hati dan realistis. Namun, di sisi lain Pemerintah juga mempertimbangkan kepastian investasi. “Kita juga harus realistis, harus menjaga kepentingan para investor juga. Kalau mereka tidak investasi, tidak ada pabrik, kalian tidak bekerja,” kata Prabowo.

Guna memperkuat dialog antara pekerja dan pengusaha, sebanyak 150 pimpinan serikat buruh akan dipertemukan dengan 150 pimpinan perusahaan, di Istana Bogor. Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang terbuka untuk membangun kesepahaman baru antara pengusaha dan pekerja. 

“Saudara (pengusaha) tidak boleh kaya sendiri tanpa mengajak pekerja-pekerja hidup dengan baik,” ucap Prabowo.

Baca juga : Prof Juanda: Menteri Harusnya Fokus Urus Rakyat

Prabowo juga menyoroti pentingnya percepatan pembahasan sejumlah rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan, termasuk Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Laut serta sektor perikanan. 

Prabowo menambahkan, pihaknya berencana membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) untuk mencegah terjadinya PHK sepihak. "Bila perlu, negara akan turun tangan,” tegas Mantan Menteri Pertahanan itu.

Prabowo sempat berhenti sebentar berpidato untuk menyeruput kopi. Dia juga menanyakan kepada buruh apa masih kuat mendengarkan pidatonya. “Lanjut, kuat,” kata para buruh, kompak.

Prabowo menutup pidatonya dengan menyinggung soal pemberantasan korupsi. Dia menegaskan mendukung pengesahaan Undang-Undang Perampasan Aset. “Enak aja udah nyolong nggak mau kembalikan,” tukasnya. 

Usai Prabowo berpidato, para buruh menyanyikan lagu mars buruh. Sebelum meninggalkan panggung, Prabowo membagikan topi dan baju safari kremnya yang dipakainya ke buruh.

Di bawah panggung, Prabowo jug masih dikerubuti para buruh yang ingin bersalaman dan berfoto. Prabowo melayaninya dengan ramah. Kepala Negara kemudian naik mobil maung dan membuka sunroof-nya untuk membagikan topi dan kaos kepada para buruh. 

Baca juga : PDIP Jamin Dukung Prabowo

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, janji-janji yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya sebagai bukti nyata keberpihakan negara terhadap kaum buruh. "Ini adalah bentuk keberpihakan Pak Prabowo yang sangat berarti bagi buruh," tegas Said. 

Said mendukung langkah Prabowo membentuk Satgas PHK. Said menilai pembentukan Satgas PHK sesuai dengan tuntutan para buruh. Said juga mengapresiasi Prabowo yang akan mempertemukan para tokoh serikat buruh Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat. 

Di kesempatan sama, Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Dunia, Shoya Yoshida mengapresiasi komitmen Prabowo terhadap kesejahteraan buruh di Indonesia. "Kehadiran Bapak Presiden merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah terhadap masa depan buruh dan kesejahteraan buruh di Indonesia," lanjutnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.