BREAKING NEWS
 

Analisa Tim Ekonom Mandiri

Perekonomian Indonesia Solid Dan Tahan Banting

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 20 Mei 2025 07:05 WIB
Chief Economist Bank ManĀ­diri Andry Asmoro. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perekonomian Indonesia diyakini masih solid dan tahan banting menghadapi tekanan ekonomi global.

Menurut Tim Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, kendati perekonomian mengalami perlambatan pada kuartal I-2025. Namun, hal tersebut lebih pada fase normalisasi menuju pola pertumbuhan yang lebih sehat dan seimbang.

Hal ini terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar 4,87 persen (year on year/yoy) pada triwulan I-2025, yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatatkan 5,02 persen.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh efek basis tinggi pada 2024, serta sinyal awal perlambatan in­vestasi domestik pasca pemilu,” ujar Chief Economist Bank Man­diri Andry Asmoro dalam Man­diri Economic Outlook Q2 2025 bertajuk Building Resilience in the Midst of Global Turbulence di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Selanjutnya, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh 4,89 persen (yoy), meski sedikit lebih rendah dari triwulan IV-2024.

Menurut Andry, momentum Idul Fitri 2025 tetap menjadi pendorong, meski masyarakat mulai menunjukkan kecenderungan memperbesar alokasi untuk tabungan.

Baca juga : RI-Chile Dorong Aksesi Perdagangan Regional

Pada saat yang sama, inflasi tahunan hingga April 2025 ter­catat 1,95 persen, mencerminkan kondisi harga yang terkendali.

“Normalisasi tarif listrik usai program subsidi, menjadi pe­nyumbang utama kenaikan ter­batas tersebut,” katanya.

Meski begitu, sambung An­dry, laju nilai tukar rupiah sem­pat menghadapi tekanan cukup besar sepanjang 2025. Ini akibat meningkatnya ketegangan geo­politik dan penguatan dolar AS.

Untuk itu, kata Andry, fluk­tuasi ini perlu direspons dengan kebijakan stabilisasi yang terukur dan terkoordinasi.

“Bank Mandiri memproyek­sikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,93 persen sepanjang 2025,” ucapnya.

Andry menekankan, sektor-sektor terkait mobilitas, seperti transportasi, perhotelan, informa­si dan komunikasi, serta hiburan, terus menopang pertumbuhan.

Baca juga : Percepat Bangun Pos Damkar Di Kelurahan

Andry juga melihat, perge­seran gaya hidup menuju kon­sumsi berbasis pengalaman mendorong perputaran ekonomi di sektor jasa.

Harga komoditas yang masih relatif tinggi tetap memberikan kontribusi positif terhadap ekspor dan pendapatan perusahaan.

“Meski terjadi koreksi harga, margin masih berada dalam level wajar dan mendukung stabilitas sektor eksternal,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Head of Macroeconomic and Financial Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menuturkan, melambatnya per­tumbuhan ekonomi ini disebabkan adanya perlambatan di investasi dan belanja Pemerintah.

Sementara dari segi ekspor dan impor, masih cukup sehat. Hal ini dapat dilihat dari neraca perdagangan Indonesia yang masih mengalami surplus.

Dian mengatakan, permintaan domestik masih menjadi pe­nopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah didorong agar akselerasi dari kebijakan fiskal maupun moneter dapat semakin mengerek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Adsense

Baca juga : Napoli Sukses Ditahan Parma, Inter Buang Peluang Scudetto

Menuju kuartal II-2025, kata Dian, pertumbuhan ekonomi diprediksi di level 4,92 persen. Salah satu pendorong utama per­tumbuhan ekonomi di kuartal-II, yakni belanja Pemerintah.

“Pemerintah telah membuka blokir anggaran. Upaya tersebut bisa menjadi penopang pertum­buhan ekonomi di kuartal II tahun ini,” jelasnya.

Lalu angka inflasi, lanjut Dian, masih cukup rendah, di mana saat ini di level 2 persen. “Kalaupun ada peningkatan hanya sampai ke level 2,4 persen di akhir tahun,” yakinnya.

Dan nilai tukar rupiah diperki­rakan akan stabil di kisaran Rp 16.500 di akhir 2025.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense