RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya, KAI Commuter terus berupaya memperbaiki layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta). Salah satunya, meningkatkan kecepatan perjalanan kereta sebagai faktor penting layanan menuju bandara.
KAI kembali melanjutkan rangkaian uji coba meningkatkan waktu tempuh layanan Commuter Line Basoetta.
Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Heru Kuswanto mengatakan, upaya tersebut bagian dari program percepatan waktu tempuh yang telah berlangsung secara bertahap. Untuk mewujudkan itu, KAI sudah melakukan sejumlah peningkatan teknis pada jalur kereta melalui kegiatan perawatan dan peningkatan infrastruktur secara menyeluruh.
“Kami terus memastikan jalur berada dalam kondisi prima, agar dapat menunjang kecepatan perjalanan tanpa mengorbankan aspek keselamatan,” ujar Heru dalam keterangan resmi, Sabtu (28/6/2025).
Menurut Heru, pendekatan ini merupakan cara yang paling efektif dan berkelanjutan, mengingat jalur existing melintasi area padat penduduk dan memiliki tantangan tersendiri.
Fokus peningkatan dilakukan melalui optimalisasi jalur, tanpa perlu perubahan trase secara besar-besaran.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menambahkan, peningkatan kecepatan perjalanan ini menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi Commuter Line Basoetta, sebagai moda pilihan utama menuju bandara.
Menurut Anne, waktu tempuh yang lebih cepat akan sangat membantu pelanggan.
Baca juga : Pram Diharapkan Lebih Sering Turun Ke Bawah
“Terutama bagi mereka yang memiliki jadwal penerbangan, dan membutuhkan perjalanan yang terukur dan bebas hambatan,” ujar Anne.
Anne mengklaim, kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Dia merinci, pada 2023, jumlah pelanggan Commuter Line Basoetta tercatat sebanyak 1.970.531 orang. Lalu meningkat menjadi 2.242.536 pada 2024.
Sementara, selama periode Januari-Mei 2025, layanan ini telah melayani 883.512 pelanggan.
“KAI optimis, percepatan waktu tempuh yang sedang diujicobakan, akan mendorong pertumbuhan pengguna yang lebih besar di masa mendatang,” tuturnya.
Selain dari sisi kecepatan, KAI juga memperkuat kualitas layanan dan kemudahan akses bagi pelanggan.
Tiket Commuter Line Basoetta dapat dipesan secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi Access by KAI dan situs reservation.kci.id mulai H-7 sebelum keberangkatan, serta tersedia juga pemesanan langsung di stasiun.
Fasilitas pendukung di Stasiun Bandara Soetta juga terus ditingkatkan, termasuk ruang tunggu yang dilengkapi sofa, charger station, mushola, ruang menyusui, toilet, tenant makanan dan minuman. Serta galeri ATM (Anjungan Tunai Mandiri), yang membuat pengalaman pelanggan semakin nyaman.
Baca juga : Pilpres Dan Pilkada Tidak Serentak, MK Putuskan Pemilu 2029 Berubah
Penyelesaian Perlintasan Sebidang
Anne menggarisbawahi bahwa keberhasilan peningkatan layanan tidak bisa berjalan sendiri. Sebab, diperlukan sinergi dengan berbagai pihak, terutama terkait penyelesaian masalah perlintasan sebidang aktif di jalur Commuter Line Basoetta.
Saat ini masih terdapat 41 perlintasan, terdiri atas 18 perlintasan resmi dan 23 perlintasan tidak resmi, yang menjadi tantangan dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api di lintas tersebut. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Pemerintah daerah dan pusat.
Selain melakukan optimalisasi prasarana, KAI juga aktif menjaga keselamatan perjalanan melalui berbagai upaya preventif.
Di jalur Commuter Line Basoetta yang melintasi kawasan permukiman padat, KAI secara konsisten mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rel. Dan tidak membuang sampah ke jalur kereta, karena dapat mengganggu, atau bahkan membahayakan perjalanan.
Anne menegaskan, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan yang disertai kegiatan pembersihan lintas secara rutin untuk menjaga keamanan operasional.
“KAI berharap isu perlintasan sebidang dapat menjadi perhatian bersama dan masuk dalam agenda prioritas lintas instansi,” ujar Anne.
Terkait hal ini, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, KAI berhasil menjadi pionir dalam penerapan dan pemanfaatan teknologi digital, dalam mewujudkan moda tranportasi kereta api sebagai transportasi massal yang lebih baik dan diminati masyarakat.
Baca juga : Rutin Ketemuan, Prabowo-Anwar Ibrahim Benar-benar Soulmate
Toto mengapresiasi KAI, yang dalam menjalankan bisnis, tetap sejalan dengan pendekatan yang makin masif ke customer need.
“Karenanya, teknologi digital masif digunakan atau dikembangkan dengan berbagai aplikasi untuk kemudahan dan kenyaman konsumen,” kata Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Kehadiran rangkaian uji coba layanan Commuter Line Basoetta ini, sambung Toto, juga harus diiringi dengan peningkatan efisiensi dan keselamatan operasional kereta api.
“Termasuk penanganan perlintasan sebidang dan gangguan sosial di sekitar rel,” katanya.
Apalagi pembangunan transportasi umum yang terintegrasi, lanjut Toto, termasuk kereta api, menjadi kunci untuk mengurangi kemacetan dan dampak lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.