Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Digarap PT PAL Mulai 2027
Kemenhan Siap Mengawal Pembangunan Kapal Induk
Sabtu, 28 Juni 2025 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal proyek pembangunan kapal induk buatan dalam negeri yang akan dikerjakan oleh PT PAL Indonesia mulai tahun 2027.
Kapal jenis Landing Helicopter Dock (LHD) ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus memperkuat kemampuan alutsista TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemenhan Brigjen Frega Wenas Inkiriwang, saat melakukan kegiatan eksplorasi industri pertahanan di PT PAL Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/6).
Baca juga : Beringin Ingatkan Pemerintah Waspadai Perang Iran-Israel
Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Frega menegaskan proyek ini bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “PT PAL telah menyampaikan bahwa pembangunan kapal induk dirancang dimulai 2027. Ini tentu bukan hal kecil. Tapi kami melihatnya sebagai langkah maju yang menunjukkan kesiapan industri pertahanan kita,” kata Brigjen Frega.
Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sarana mobilisasi cepat untuk misi militer maupun kemanusiaan. LHD dinilai tepat karena mampu membawa helikopter, pasukan, serta logistik dalam skala besar.
“Kita sudah punya pengalaman saat tsunami dan bencana besar lain. Kapal induk jenis LHD akan sangat relevan untuk kebutuhan pertahanan non-perang seperti bantuan kemanusiaan,” ujarnya.
Baca juga : Pembahasan Dan Pengesahan RUU PPRT Sudah Mendesak
Frega menekankan, pembangunan kapal induk tidak bisa dilepaskan dari sinergi lintas sektor. “Ini bukan semata proyek PT PAL atau Kemenhan. Perlu keterlibatan BUMN, industri swasta, hingga media untuk menyuarakan capaian strategis anak bangsa,” ujarnya.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan Defence Industry (Defence ID), holding BUMN yang menaungi industri pertahanan. Menurutnya, Defence ID dibentuk untuk menyelaraskan arah pembangunan alutsista nasional, agar tidak berjalan terpisah-pisah.
“Industri pertahanan bukan hanya soal keuntungan, tapi juga tentang kedaulatan. Produk-produk ini digunakan oleh penjaga negeri. TNI dan elemen pertahanan lainnya,” tegasnya.
Baca juga : DPR Kawal Integrasi Teknologi Dalam Penegakan Hukum
Terkait aspek pembiayaan, Kemenhan menyadari bahwa proyek semacam ini membutuhkan dukungan fiskal yang besar. Namun dia yakin, dengan pengelolaan prioritas yang tepat, proyek-proyek jangka panjang seperti kapal induk tetap bisa berjalan.
“Kontrak-kontrak strategis yang sudah diteken akan terus dilanjutkan hingga tahap distribusi. Di bawah Presiden Prabowo, arah dan prioritas pertahanan nasional sudah sangat jelas,” ujarnya.
Brigjen Frega juga menyinggung kesiapan infrastruktur dan SDM industri nasional dalam menyambut proyek besar ini. Ia menilai, inisiatif litbang yang terus berjalan di PT PAL menandakan kesiapan industri untuk menjawab kebijakan negara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya