Dark/Light Mode

 Kerek Daya Tarik Penumpang

 Commuter Line Basoetta Percepat Waktu Tempuh

Minggu, 29 Juni 2025 07:00 WIB
Kereta Bandara melintas dari keberangkatan Stasiun Manggarai, Jakarta. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Kereta Bandara melintas dari keberangkatan Stasiun Manggarai, Jakarta. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya, KAI Commuter terus berupaya memperbaiki layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta). Salah satunya, meningkatkan kecepatan perjalanan kereta sebagai faktor penting layanan menuju bandara.

 KAI kembali melanjutkan rang­kaian uji coba meningkatkan waktu tempuh layanan Com­muter Line Basoetta.

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Heru Kuswanto mengatakan, upaya tersebut bagian dari program percepatan waktu tem­puh yang telah berlangsung secara bertahap. Untuk mewujudkan itu, KAI sudah melakukan se­jumlah peningkatan teknis pada jalur kereta melalui kegiatan perawatan dan peningkatan infrastruktur secara menyeluruh.

“Kami terus memastikan jalur berada dalam kondisi prima, agar dapat menunjang kecepatan perjalanan tanpa mengorbankan aspek keselamatan,” ujar Heru dalam keterangan resmi, Sabtu (28/6/2025).

Menurut Heru, pendekatan ini merupakan cara yang paling efektif dan berkelanjutan, meng­ingat jalur existing melintasi area padat penduduk dan memiliki tantangan tersendiri.

Fokus peningkatan dilakukan melalui optimalisasi jalur, tanpa perlu perubahan trase secara besar-besaran.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menambahkan, peningkatan kecepatan perjalanan ini menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi Commuter Line Basoetta, sebagai moda pilihan utama menuju bandara.

Menurut Anne, waktu tempuh yang lebih cepat akan sangat membantu pelanggan.

Baca juga : Pram Diharapkan Lebih Sering Turun Ke Bawah

“Terutama bagi mereka yang memiliki jadwal penerbangan, dan membutuhkan perjalanan yang terukur dan bebas ham­batan,” ujar Anne.

Anne mengklaim, kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Dia merinci, pada 2023, jumlah pelanggan Commuter Line Basoetta tercatat sebanyak 1.970.531 orang. Lalu mening­kat menjadi 2.242.536 pada 2024.

Sementara, selama periode Januari-Mei 2025, layanan ini telah melayani 883.512 pelanggan.

“KAI optimis, percepatan waktu tempuh yang sedang diujicobakan, akan mendorong pertumbuhan pengguna yang lebih besar di masa mendatang,” tuturnya.

Selain dari sisi kecepatan, KAI juga memperkuat kualitas layanan dan kemudahan akses bagi pelanggan.

Tiket Commuter Line Ba­soetta dapat dipesan secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi Access by KAI dan situs reserva­tion.kci.id mulai H-7 sebelum keberangkatan, serta tersedia juga pemesanan langsung di stasiun.

Fasilitas pendukung di Stasiun Bandara Soetta juga terus ditingkat­kan, termasuk ruang tunggu yang dilengkapi sofa, charger station, mushola, ruang menyusui, toi­let, tenant makanan dan minuman. Serta galeri ATM (Anjungan Tunai Mandiri), yang membuat pengala­man pelanggan semakin nyaman.

Baca juga : Pilpres Dan Pilkada Tidak Serentak, MK Putuskan Pemilu 2029 Berubah

Penyelesaian Perlintasan Sebidang

Anne menggarisbawahi bah­wa keberhasilan peningkatan layanan tidak bisa berjalan send­iri. Sebab, diperlukan sinergi dengan berbagai pihak, terutama terkait penyelesaian masalah perlintasan sebidang aktif di jalur Commuter Line Basoetta.

Saat ini masih terdapat 41 perlintasan, terdiri atas 18 perlin­tasan resmi dan 23 perlintasan tidak resmi, yang menjadi tan­tangan dalam menjamin kes­elamatan perjalanan kereta api di lintas tersebut. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Pemerintah daerah dan pusat.

Selain melakukan optimalisasi prasarana, KAI juga aktif men­jaga keselamatan perjalanan me­lalui berbagai upaya preventif.

Di jalur Commuter Line Basoet­ta yang melintasi kawasan permu­kiman padat, KAI secara konsisten mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rel. Dan tidak membuang sampah ke jalur kereta, karena dapat mengganggu, atau bahkan membahayakan perjalanan.

Anne menegaskan, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan yang disertai kegiatan pembersihan lintas secara rutin untuk menjaga ke­amanan operasional.

“KAI berharap isu perlintasan sebidang dapat menjadi perha­tian bersama dan masuk dalam agenda prioritas lintas instansi,” ujar Anne.

Terkait hal ini, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, KAI berhasil menjadi pionir dalam penerapan dan pemanfaatan teknologi digital, dalam mewu­judkan moda tranportasi kereta api sebagai transportasi massal yang lebih baik dan diminati masyarakat.

Baca juga : Rutin Ketemuan, Prabowo-Anwar Ibrahim Benar-benar Soulmate

Toto mengapresiasi KAI, yang dalam menjalankan bisnis, tetap sejalan dengan pendekatan yang makin masif ke customer need.

“Karenanya, teknologi digital masif digunakan atau dikem­bangkan dengan berbagai aplikasi untuk kemudahan dan kenya­man konsumen,” kata Toto ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kehadiran rangkaian uji coba layanan Commuter Line Ba­soetta ini, sambung Toto, juga harus diiringi dengan pening­katan efisiensi dan keselamatan operasional kereta api.

“Termasuk penanganan per­lintasan sebidang dan gangguan sosial di sekitar rel,” katanya.

Apalagi pembangunan trans­portasi umum yang terintegrasi, lanjut Toto, termasuk kereta api, menjadi kunci untuk mengurangi kemacetan dan dampak lingkungan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.