Sebelumnya
“Indonesia juga memiliki tembaga berkualitas tinggi, yang akan kita gunakan,” pungkasnya.
Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi bersyukur, tarif impor 19 persen untuk produk Indonesia kini menjadi yang terendah di kawasan ASEAN. Ia membandingkan dengan tarif yang pernah disepakati AS dengan Vietnam, yakni 20 persen.
“Setelah kita bernegosiasi, tarif bisa diturunkan menjadi 19 persen. Ini tentu kemajuan yang tidak bisa dianggap kecil. Ini juga bukan keberhasilan yang kecil,” ujar Hasan.
Baca juga : Kasus Beras Oplosan, Negara Rugi 99 T Per Tahun
Kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi tim yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga dan tim sebelumnya dikirim ke Washington DC, untuk menegosiasikan hal tersebut.
“Ini merupakan negosiasi luar biasa yang dilakukan langsung oleh Presiden kita dengan Presiden Trump. Dan ini menjadi titik temu antara pemerintah kita dan pemerintah Amerika Serikat,” tutup Hasan.
Pelaku industri Indonesia mengapresiasi keberhasilan Prabowo dalam mencapai kesepakatan tarif dengan AS terkait pemberlakuan tarif resiprokal antara kedua negara.
Baca juga : Tidak Di IKN Lagi, HUT Ke-80 RI Digelar Di Jakarta
“Ini merupakan bukti nyata kepemimpinan beliau dalam memperjuangkan kepentingan industri dalam negeri di kancah global,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Menperin menambahkan, berkat kepiawaian Prabowo dalam bernegosiasi, Indonesia berhasil memperoleh tarif yang lebih menguntungkan dibanding negara-negara pesaing. Hal ini menjadi modal penting untuk mendorong daya saing industri nasional di pasar global.
Sementara, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menilai, AS masih memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam perdagangan. Menurut Todotua, dibandingkan negara ASEAN lainnya, tarif yang dikenakan Trump terhadap Indonesia kini menjadi yang terendah kedua. Sebelumnya, Indonesia menempati posisi ketiga dengan tarif 32 persen.
Baca juga : Kisah Di Balik Senyuman Penyintas Bom Hiroshima
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menyambut baik diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam melobi Presiden Trump. Dia menilai keberhasilan penurunan tarif tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki daya tawar yang kuat di level global.
Dalam konteks geopolitik dan perdagangan internasional, penurunan tarif ini bukan hanya kemenangan diplomasi, tapi juga kemenangan ekonomi bagi Indonesia," kata Dave di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Sementara, Direktur Pascasarjana Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, keberhasilan ini bukan hanya soal angka penurunan tarif, tetapi mencerminkan kekuatan diplomasi ekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan geopolitik global. “Ini membuktikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memiliki kapasitas negosiasi yang mumpuni, bahkan ketika situasi diplomatik belum ideal," ujarnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.