RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmennya untuk memacu penyerapan kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Teranyar, BSI menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Organisasi Persatuan Islam (Persis) dengan harapan lebih optimal menyalurkan fasilitas pembiayaan tersebut.
Tahun ini BSI mendapatkan amanah penyaluran pembiayaan KPR bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 10 ribu unit rumah, atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menjelaskan, BSI mendukung penuh Program FLPP, yang juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.
“Kerja sama ini menandai komitmen BSI, untuk memacu penyaluran FLPP lebih optimal dengan kualitas terjaga,” kata Anton di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Baca juga : Investasi Di Indonesia Tembus Rp 477 Triliun, Singapura Masih Juara
Anton menjelaskan, Program BSI KPR Sejahtera FLPP merupakan dukungan perseroan dalam menjalankan Program 3 Juta Rumah. Program ini sejalan dengan semangat pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kami terus memperluas jangkauan ke wilayah-wilayah potensial dengan permintaan tinggi, sehingga pembiayaan FLPP dapat terserap optimal,” ujarnya.
Untuk itu, BSI melakukan penandatanganan kesepakatan dengan BP Tapera dan Persis, serta BP Tapera menyepakati komitmen bersama dalam penyediaan akses rumah FLPP dan juga akses pembiayaannya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat memperkuat peran Ormas Islam dalam mendampingi anggotanya menuju kemandirian ekonomi syariah.
Baca juga : Duh, 60 Persen ASN DKI Jakarta Obesitas
Dengan demikian, lebih banyak masyarakat yang dapat memperoleh fasilitas pembiayaan rumah dengan skema yang sesuai prinsip syariah dan proses yang mudah.
Anton menjelaskan, salah satu strategi untuk mendorong penyaluran program BSI KPR Sejahtera FLPP, adalah dengan digitalisasi dan mengoptimalkan market share.
“Serta database nasabah existing yang berpotensi (mendapat) pembiayaan KPR FLPP,” terang Anton.
BSI optimistis, dengan proses pembiayaan yang relatif cepat, angsuran flat dan jangka waktu yang lama, yakni 20 tahun, maka penyerapan BSI KPR FLPP dapat maksimal.
Baca juga : Kimberly Ryder, Status WNA, Belum Kantongi Gono-gini
Hal tersebut didukung pula dengan keunggulan lainnya, yakni bebas biaya asuransi jiwa dan kebakaran. Lalu ada Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dari Pemerintah dan rumah ready stock dari developer terpercaya, yang telah menjalin kerja sama resmi dengan emiten berkode saham BRIS ini.
Sementara, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, pihaknya mendorong kepada bank mitra penyelenggara untuk menjalankan Program 3 Juta Rumah ini, agar tepat sasaran dan terserap optimal. Hal tersebut guna mendukung masyarakat berpenghasilan rendah punya rumah.
Senada, Ketua Umum Persis Jeje Zaenudin mengatakan, kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong anggota Persis memiliki rumah.
“Khususnya dengan harga terjangkau, terutama buat anggota-anggota yang memenuhi kriteria FLPP,” tutup Jeje. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.